Breaking News:

Pembelajaran Daring Irit Kuota, Guru di Jambi ini Telah Membuktikannya

Pentingnya peran penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah atau pengawas, dalam memajukan pendidikan kini tengah digaungkan.

istimewa
Foto para guru di Jambi yang sedang melakukan siaran langsung menggunakan Facebook yang diyakini lebih irit kuota selama pembelajaran berlangsung. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pentingnya peran penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah atau pengawas, dalam memajukan pendidikan kini tengah digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Guru maupun kepala sekolah penggerak diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran yang menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik, dan dapat menjadi contoh bagi guru dan sekolah lainnya.

“Menjadi penggerak pendidikan berarti guru dan kepala sekolah aktif melakukan perubahan dan berani mengambil resiko dalam berinovasi dalam memimpin pembelajaran. Guru dan kepala sekolah adalah kunci penentu kualitas hasil belajar siswa,” kata M Ari Widowati, Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation.

SMKN 6 Jambi Manfaatkan CloudX dan Paket Data Edukasi dari Telkomsel untuk Media Belajar

VIDEO Sejarah dan Mitos Malam 1 Suro, Mandikan Pusaka hingga Lebaran Makhluk Gaib

Sebagai guru penggerak, Titien Suprihatien, guru IPA SMPN 11 Batang Hari Jambi berupaya konsisten memberikan pembelajaran yang membuat siswa belajar lebih banyak mengalami dengan melakukan percobaan dan pengamatan langsung. Dia juga aktif menjadi pelatih dan pendamping bagi guru di daerahnya.

Di era pandemi, Titien juga tidak tinggal diam, ia menginisiasi pembentukan forum Facebook Batang Hari Belajar dari Rumah (BBDR). Tujuannya adalah siswa yang tidak memiliki cukup kuota bisa mengikuti pembelajaran dari facebook.

“Facebook rata-rata semua punya, juga irit kuota. Apa yang saya lakukan akhirnya diikuti oleh semua sekolah di Batang Hari, jika tidak ada waktu, siswa bisa melihat rekaman ulangannya di lain waktu,” pungkasnya.

Inisiatif itu datang melihat kondisi pembelajaran, Ia harus memiliki strategi dalam mewujudkan kepemimpinan pembelajaran yang didukung kepala sekolah.

Sebelum pandemi, Titien menginisiasi diseminasi pelatihan Program PINTAR Tanoto Foundation kepada semua guru di Kabupaten Batang Hari.

“Awalnya melalui MGMP IPA, kebetulan saya guru IPA, lalu langkah positif ini direspon oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari untuk menyebarkan kembali kepada guru-guru mata pelajaran lainya, sehingga lebih terstruktur,” tambahnya, dalam webinar yang digelar Tanoto Foundation dan Inspirasi bertajuk Inisiatif Penggerak Pendidikan dalam Memimpin Pembelajaran, Sabtu, (15/8/2020).

Selain guru sekolah umum, Titien juga melakukan advokasi kepada guru-guru madrasah melalui Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari untuk melakukan diseminasi,

“Bagi saya, semua demi kemajuan daerah saya, baik guru sekolah maupun madrasah tujuannya hanya satu, bagaimana mencerdaskan siswa di Batang Hari,” ujarnya.*)

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved