Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Tahun Ini BPN Tanjabtim Targetkan 80 Bidang Tanah Pemda Disertifikat

Guna penyelamatan aset pemerintah daerah terutama dari sektor tanah, Pemkab Tanjabtim bersama BPN terus gencar melakukan pencatatan dan penerbitan ser

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Kantor BPN Tanjabtim, Anggasana Siboro 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjabtim tahun ini targetkan 80 bidang tanah pemda untuk disertifikatkan.

Guna penyelamatan aset pemerintah daerah terutama dari sektor tanah, Pemkab Tanjabtim bersama BPN terus gencar melakukan pencatatan dan penerbitan sertifikat tanah Pemda yang masih belum memiliki catatan negara.

"Untuk tahun 2020 ini ada sebanyak 80an bidang aset tanah pemda yang dalam proses sertifikat, dimana 24 di antaranya sudah selesai," ujar Kepala BPN Tanjabtim Anggasana Siboro, Senin (17/8/2020).

Ukir Sejarah, Ini Sosok Indrian Puspita Ramadhani Dua kali Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

Siapa Berani? Ikut Lomba Menatap Foto Mantan Terlama Semarakkan HUT RI ke-75

Pekan Depan Djoko Tjandra, Tommy, Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Diperiksa Kasus Red Notice

Lanjutnya, untuk tanah Pemda sendiri hampir setiap tahunnya selalu dilakukan penerbitan sertifikat. Bahkan sejak beberapa tahun sebelumnya jumlah tanah yang telah bersertifikat jumlahnya mencapai ratusan.

"Untuk kendala kita sendiri tidak ada,mungkin kendalanya hanya belum masuk permohonan bidang saja," sebutnya.

Menurutnya, tanah pemda yang berhasil diterbitkan sertifikatnya tersebut wujudnya beragam, mulai dari tanah Kantor Camat, Puskesmas, tanah SD dan tanah Pemda yang masih kosong.

"BPN sendiri siap melaksanakan sertifikat asalkan semua persyaratan yang diajukan pemda lengkap," tambahnya.

Sebelumnya, dari total 467 bidang tanah milik pemda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 363 diantaranya telah bersertifikat masih menyisakan ratusan bidang lagi yang ditargetkan rampung tahun ini.

Dari total tanah pemda mencapai 467 bidang tersebut memiliki Nilai hingga Rp 23 miliar lebih, dimana untuk menjaga aset daerah tersebut pemerintah terus melakukan pendataan dan mengurus sertifikat tanah tersebut.

“Saat ini dari 467 bidang tanah tadi, yang sudah bersertifikat ada 363 bidang, dengan nilai Rp 14 miliar,” ujar Hartono Kabid Administrasi dan Aset Daerah

Dikatakannya pula, tanah tanah tersebut tersebar di 11 Kecamatan,dan terdiri dari beragam jenis mulai sekolah, puskes kantor pemerintah. Untuk aset jalan sendiri sudah semua dilakukan secara bertahap.

“Otomatis dengan sudah sebagian dilakukan sertifikat, saat ini tanah pemda yang belum bersertifikat ada 104 bidang, dengan nilai tanah Rp 8,7 miliar. Sudah diajukan juga ke BPN untuk dilakukan pengukuran,” jelasnya.

104 bidang tersebut,yang belum bersertifikat beragam jenis, masih ada juga sekolah, pustu, polindes dan bangunan lainnya milik pemerintah daerah.

“Tahun ini target yang akan disertifikat sebanyak 40 -50 bidang bersama BPN tersebar di 11 kecamatan, sedangkan pada tahun lalu ada 58 bidang sudah bersertifikat,” jelasnya.

Untuk kendala pasti ada, namun sejauh ini masih dapat diatasi diantaranya permasalahan batas batas tanah surat asal kepemilikan dan sebagainnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved