Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Human Interest Story

Menyambangi Kampung Merah Putih dan Hutan Bambu Desa Baru Semerah Kerinci

Kedatangan kami ke desa ini, karena rasa penasaran untuk melihat kampung merah putih dan wisata hutan bambu yang viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Heru
Kampung Merah Putih di Desa Baru Semerah, Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Senin 17 Agustus 2020 bertepatan dengan HUT RI ke-75, kami datang berkujung ke Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci.

Kedatangan kami ke desa ini, karena rasa penasaran untuk melihat kampung merah putih dan wisata hutan bambu yang viral di media sosial.

Tepat pukul 08.00 WIB pagi, kami sampai di gerbang masuk Desa Baru Semerah. Suasananya langsung terasa berbeda. Mata dihadapkan dengan pemandangan merah putih yang membentang panjang bak naga raksasa.

Walaupun Sederhana, Sejumlah SAD di Merangin ini Tetap Kibarkan Bendera Merah Putih

Download Lagu MP3 DJ Remix 24 Jam Full Bass, Ada Video Nonstop dari DJ Breakbeat, DJ Tiktok, DJ Opus

Kapolda, Danrem dan Gubernur Jambi Kunjungi Museum Perjuangan Rakyat Jambi

Pemandangan tersebut, adalah pernak pernik yang dibuat oleh warga, untuk menghiasi semua lorong desa dengan konsep warna merah putih, untuk memeriahkan HUT RI ke-75.

Mulai dari umbul-umbul, liontin, berbagai ukiran, bunga, bahkan layangan dan hiasan lainnya yang ditopang oleh bambu, membentang hampir sepanjang dua kilometer membelah desa.

Menariknya, pernak-pernik ini dibuat dari bahan daur ulang limbah plastik, seperti botol bekas, keras sisa layangan, dan juga kresek bekas ibu-ibu pembungkus barang sepulang dari pasar. Semua tertata indah dan rapi.

Kampung Merah Putih di Kerinci.
Wisata Hutan Bambu

Untuk menjaga keamanan dan kebersihan pengunjung, warga sengaja memajang galon sebagai tempat pencuci tangan di depan pintu pagar rumah.

“Setiap rumah wajib menyediakan tempat cuci tangan di halaman rumah, untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Ketua BPD Baru Semerah, M Ikhasan, yang ditemui di kantor desa.

Agar pernak-pernik ini terlihat semakin indah ketika malam hari, warga secara swadaya memasang lampu warna warni disepanjang lorong. Setidaknya ada empat gerbang unik yang dibangun warga untuk menghiasi desa mereka.

Semuanya dibuat dengan konsep yang berbeda, sesuai karakter masyarakat tiga dusun yang ada di Desa Baru Semerah. Tidak mengherankan, Desa Baru Semerah dalam beberapa hari belakangan, ramai didatangi warga tetangga.

“Saya datang bersama keluarga, sengaja untuk melihat keindahan Desa Baru Semerah saat malam hari,” ungkap Heri Kiswanto, Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Kerinci.

Kejutan yang ditawarkan Desa Baru Semerah kepada tamu yang berkunjung tidak hanya sampai di situ saja. Setelah puas berkeliling, sampailah di ujung desa, tepatnya di Dusun Tanjung Berisi.

Di sana, pemandangan hijaunya hutan bambu langsung menyegarkan mata. Beberapa spot swafoto pun sudah disiapkan oleh warga secara Cuma-cuma.

Diantaranya jembatan merdeka, gerbang tanjung berisi yang bertuliskan aksara incung, yang tentunya dibangun menggunakan bahan kayu dan bambu sehingga menari mata memandangnya.

Tidak hanya itu saja, warga juga menyuguhkan minuman ayi kawo (Daun Kopi), dan tulisan HUT RI ke 75 yang menjadi ikon desa.

“Pengunjung hanya diwajibkan menjaga kebersihan dan jangan sampai ada yang dirusak. Selebihnya gratis tanpa dipungut biaya,” beber Kadus Tanjung Berisi Eeng Prasetiawan.

Gita, pengunjung wisata hutan bambu yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja datang bersama keluarga, untuk swafoto di lokasi.

“Saya awalnya lihat banyak yang share di media-media sosial. Pemandangannya indah, makanya kami datang lagi ke sini,” kata ibu satu anak ini.

Hawa di sekitar hutan bambu ini lanjutnya sangat sejuk dan masih asri. Di samping itu, warga sekitar juga ramah kepada pengunjung.

“Pokoknya di sini terasa sangat nyaman,” tambah Gita.

Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, mengatakan awalnya pernak pernik merah putih ini dibuat warga secara swadaya untuk memperingati HUT RI ke 75. Namun siapa sangka, akhirnya viral dan banyak didatangi oleh warga.

“Ke depan, kita akan mengembangkan lokasi ini, dan dikelola oleh BUMdes. Karena masih ada beberapa spot lain yang malah lebih menarik,” katanya.

Lokasi desa ini, hanya 10 menit dari pusat Kota Sungaipenuh, dan hanya 3 menit dari Bandara Depati Parbo. kendaraan roda empat dan roda dua, bisa langsung sampai ke dalam desa

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved