KABAR GEMBIRA! Presiden Jokowi sedang Mempertimbangkan Gaji ke-13 Tenaga Medis Garda Depan Covid-19

Tak dipungkiri posisi tenaga medis sebagai garda terdepan Covid-19 perlu perhatian lebih.

Editor: Heri Prihartono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga berada di depan mural yang bergambar dukungan untuk tenaga medis yang ada di Kavling Kinayung Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (22/5/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu bertujuan untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan COVID-19. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tak dipungkiri posisi tenaga medis sebagai garda terdepan Covid-19 perlu perhatian lebih.

Kabar baiknya tenaga medis berpeluang mendapat gaji ke-19 layaknya PNS/ASN yang baru saja cair.

Sebuah kabar gembira datang dari Menteri Keuangan ( Menkeu ) Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani mengatakan, Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan untuk memberikan gaji ke-13.

Link Live Streaming ILC TV One Malam Ini Tema “Wabah Corona Makin Mencekam: Akan Menyerahkah Kita?

Menkeu memaparkan saat ini Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan beberapa usulan kementerian/Lembaga terkait insentif tambahan untuk tenaga kesehatan.

Bendahara Negara itu mengatakan, nantinya bentuk insentif tersebut akan serupa dengan gaji ke-13 yang diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN).

Kabar Baik! Kemenag Kucurkan Bantuan 2,5 Triliun Untuk Pondok Pesantren

Pemberian insentif tersebut pun juga diperluas untuk non tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan medis, seperti tenaga laboratorium dan tenaga administasi.

"Presiden juga mempertimbangkan untuk memberi reward ke tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan semacam gaji ke-13 atau tambahan reward ke mereka," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Senin (11/8/2020).

Selain itu, pemerintah juga berencana untuk memperpanjang pemberian insentif untuk tenaga medis hingga akhir tahun ini.

Sebelumnya, pemberian insentif tenaga kesehatan diberikan hingga bulan September.

Menurut Sri Mulyani, pemberian reward tersebut sebagai apresiasi dari pemerintah kepada mereka yang sudah melaksanakan di garis paling depan menghadapi Covid-19.

"Sehingga tenaga kesehatan nanti selain dapat insentif sampai Desember, mereka akan ada tambahan reward sebagai apresiasi dari pemerintah kepada mereka yang sudah melaksanakan di garis terdepan menghadapi Covid-19," jelas Sri Mulyani.

Pemerintah juga bakal memberikan dukungan kepada rumah sakit (RS) dengan melakukan percepatan proses pengadaan alat kesehatan serta proses klaim biaya perawatan.

Hal tersebut dilakukan agar tingkat kesembuhan pasien Covid-19 meningkat dan menekan tingkat angka kematian.

"Termasuk keakuratan biaya penanganan covid ini terus ditingkatkan," ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, pemerintah akan meningkatkan serapan anggaran Covid-19 dengan mengalokasian pada proses pengadaan vaksin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved