Bank Indonesia Prediksi Agustus Ini Provinsi Jambi Inflasi Diperkirakan 0,00%-0,29% (mtm)
Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menyebut, inflasi utama Provinsi Jambi pada Agustus 2020 akan didorong oleh kenaikan ha
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, Bank Indonesia Provinsi Jambi memprediksi pada Agustus 2020 Provinsi Jambi akan mengalami inflasi pada kisaran 0,00% - 0,29% (mtm) atau 0,24% - 0,64% (yoy).
Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menyebut, inflasi utama Provinsi Jambi pada Agustus 2020 akan didorong oleh kenaikan harga komoditas bahan pangan dengan mulai terbatasnya pasokan bahan pangan setelah pada bulan Juli lalu stok cukup melimpah.
"Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan global akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan sentimen negatif pasar terhadap potensi gelombang kedua pandemi Covid-19 di sebagian negara berpotensi memiliki dampak terhadap kenaikan harga emas global," ujarnya Selasa (11/8/2020).
• Sebut Pakai Jas PDIP Atas Permintaan Partai, Mahdan: Saya Masih Kader PAN
• WASPADA! Posisi Tidur Ibu Hamil Muda yang Salah Bisa Berakibat Fatal, Ini Penjelasannya
• Kiky Saputri Kini Berburu Ciuman dari Ariel NOAH Pasca Taklukan Reza Rahadian hingga Iqbaal Ramadhan
Selain itu Bayu juga menyampaikan, berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Juli 2020 Provinsi Jambi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,08% (mtm). Dengan angka tersebut, maka secara tahunan Jambi mengalami deflasi sebesar 0,20% (yoy) dan secara tahun berjalan tercatat inflasi Jambi sebesar 0,81% (ytd).
Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada komoditas pada kelompok makanan, minuman, tembakau, yaitu bawang merah (andil 0,32%), ikan lele (andil 0,05%), gula pasir (andil 0,04%), bawang putih, daging ayam ras, bayam (andil 0,03%), dan aneka ikan (dencis, gabus, nila) dan kangkung (andil 0,02%).
Secara umum, deflasi Provinsi Jambi disebabkan oleh pasokan yang memadai di musim panen, terutama untuk komoditas bawang merah. Faktor lancarnya importasi memengaruhi pergerakan harga komoditas bawang putih.
"Di sisi lain, distribusi yang terjaga dengan baik, permintaan masyarakat yang masih belum kembali pulih, serta pergerakan harga komoditas global yang masih rendah semakin mendorong capaian deflasi di Provinsi Jambi. Sementara itu, tingginya permintaan pasar menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, di tengah keterbatasan pasokan mendorong kenaikan harga cabai merah pada bulan Juli 2020," jelasnya.
Terdapat beberapa komoditas yang mengalami inflasi, yakni cabai merah (andil inflasi 0,10%), ikan telur ayam ras (andil inflasi 0,09%), beras (andil inflasi 0,08%), mobil (andil inflasi 0,04%), minyak goreng (andil inflasi 0,03%), dan sepeda motor (andil inflasi 0,02%).
Kenaikan harga modal transportas seperti mobil dan sepeda motor disebabkan karena mulai adanya pergerakan aktivitas masyarakat paska pelonggaran dalam pembatasan aktivitas sosial.
Sedangkan kenaikan harga pada komoditas bahan pangan sebagai dampak dari keterbatasan pasokan untuk memenuhi permintaan.
Adapun rincian perkembangan inflasi pantauan di Kota Jambi mulai dari inflasi bulanan -0,05% (mtm), tahun berjalan 0,83% (ytd) dan inflasi tahunan -0,14% (yoy).
Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada komoditas bawang merah (andil 0,35%), ikan lele (andil 0,06%), gula pasir, bawang putih, daging ayam ras (andil 0,04%), bayam (andil 0,03%), aneka ikan seperti nila, gabus, dan dencis serta kangkung (andil 0,02%).
Sementara komoditas penyumbang inflasi antara lain cabai merah (andil 0,12%), telur ayam ras (andil 0,11%), beras (andil 0,10%), mobil (andil 0,05%), minyak goreng (andil 0,04%), dan sepeda motor (andil 0,03%).
Lalu rincian perkembangan inflasi pantauan di Kabupaten Bungo mulai dari inflasi bulanan sebesar -0,34% (mtm) tahun berjalan 0,63% (ytd) dan tahunan -1,34% (yoy).
Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada komoditas bawang merah (andil 0,37%), daging ayam ras (andil 0,21%), beras (andil 0,10%), ikan tongkol (andil 0,03%), dan bawang putih, bayam, ayam hidup, gula pasir (0,02%).
Sementara komoditas penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan (andil 0,21%), cabai merah (andil 0,05%), jengkol dan ikan serai (andil 0,03%), rokok kretek filter dan telur ayam ras (andil 0,03%).