Sudah Kirim Lulusan ke Jepang, SMK Fania Salsabila Berencana Menambah Jurusan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Fania Salsabila Jambi, Senin (10/8) berkesempatan mengikuti podcast bersama Tribun.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Fania Salsabila Jambi, Senin (10/8) berkesempatan mengikuti podcast bersama Tribun.
Pada webinar yang disiarkan di tiga media sosial Tribun Jambi ikut Ketua Yayasan Salsabila, Abdul Somad, M.Kes, Kepala Sekolah SMK Fania Salsabila Arvandi S.Kep dan Saleh, S.Pd, M.Pd.I selaku pengawas pembina.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Ir H Juanda Lorong Hasanah 1 Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru Kota Jambi ini memiliki tiga jurusan dengan akreditasi A. Dan di masa pandemi SMK Fania Salsabila sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19
Arvandi dalam kesempatan itu menjelaskan, SMK tersebut didirikan pada bulan Februari tahun 2009. Awalnya hanya memiliki 1 jurusan yaitu farmasi dan masih bergabung dalam dinas kesehatan, jurusan kedua ialah keperawatan pada tahun 2010 dan jurusan ke tiga ialah analis kesehatan pada tahun 2012, dan hingga kini masih fokus pada 3 jurusan tersebut
"Untuk fasilitas di rumah pembelajaran ada AC, alat lab, semua sudah tersedia dan anak-anak tinggal datang saja," jelas Arvandi. Dengan upaya terus melakukan yang terbaik, SMK Fania Salsabila telah mampu mendapat akreditas A
"Semua standar sudah terpenuhi, 8 standar mulai dari isi, proses, penilaian dan standar kelulusan dan yang disiapkan sekolah seperti standar pembiayaan, standar sarana prasarana dan standar tanding,,” imbuh Saleh.
Pada tanggal 13 Juli proses pembelajaran sudah jalan tetap dengan protokol kesehatan yang sudah berlaku, jika orang tua belum membolehkan, pihak sekolah menyiapkan sistem daring.
Untuk kedepan juga ada rencana akan menambahkan jurusan kardiver yang fokus pada komunitas seperti komunitas lansia, ataupun komunitas panti asuhan. Tahun 2017 SMK Fania Salsabila telah mengirim murid ke Jepang
"Memang ditawarkan dari pusat, mengirimkan lulusan keluar negeri dan pada tahun 2017 sudah mengirim 1 ke Jepang, syarat nya kesana hanya magang 3 bulan dan harus bisa menguasai bahasa Jepang dan Bahasa Inggris, baru bisa berangkat ke luar negeri," Ucap Arvandi.
Untuk pembayaran SPP tidak menerapkan pembayaran SPP per bulan, tapi seperti perkuliahan yaitu per semester dan pembayaran juga bisa di cicil
Karena sekarang masih dalam masa pandemi covid-19, SMK Fania Salsabila sudah menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, menjaga jarak dan lain sebagainya.
"SMK Fania Salsabila sudah bertema new normal, untuk masuk sekolah sudah ada izin dari orang tua, surat dari gugus tugas juga dan bagi mereka yang jauh dari sekolah ada surat dari kabupaten kota terkait," ucap Saleh.
"Harapannya setelah pandemi berkahir pembelajaran akan seperti semula dan kami akan menuju yang mereka dambakan seperti tahun 2015 dan 2016". Tutup Abdul Somad.
Sholeh juga mengungkapkan harapan untuk sama-sama berdoa agar sekolah bisa segera bertatap muka, guru orang tua dan siswa sangat merindukan sekolah, dan juga setelah pandemi siswa bisa kebih kreatif dan inovatif lagi dengan pembelajaran yang baru.