Pemkab Minta Perusahaan Kooperatif, Munculnya Klaster Perusahaan di Tanjabbar

Sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menjadi perhatian pemerintah setelah muncul cluster baru

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Darwin
Kepala Dinas Tenaga Kerja Tanjab Barat, Dianda Putra. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menjadi perhatian pemerintah setelah muncul cluster baru dari salah satu perusahaan.

Terlebih di masa adaptasi baru, sejumlah perusahaan telah menarik kembali karyawannya yang sempat dirumahkan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjabbar, Dianda Putra saat ditanya soal penambahan karyawan, Senin (10/8). Ia menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan penambahan karyawan.

Kata Dianda yang ada saat ini hanya pemberitahuan dari perusahaan yang telah kembali memperkerjakan karyawannya yang sempat di rumahkan.

"Laporan penambahan karyawan mungkin belum ada sampai sekarang belum tambahan, karena mengingat mereka baru masuk kerja juga, mana yang selama ini dirumahkan. Terutama habis lebaran ini mereka dipekerjakan kembali," ujarnya.

Sementara itu, soal karyawan yang dari luar daerah yang kemudian ditarik untuk kembali bekerja, kata Dianda pihaknya belum menerima laporan. Hal ini lah kata Dianda perlunya koordinasi dari seluruh perusahaan yang ada untuk dapat memberikan laporan update kepada pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas Covid-19.

"Jadi kita minta seluruh perusahaan saling kerja sama, dan disiplin laporkan ke pemda. Sehingga kita tau real di perusahaan seperti apa, termasuk penanganan-penanganan rapid test-nya yang hasilnya reaktif. Apalagi karyawan yang di luar daerah. Untuk karyawan dari luar daerah belum ada laporan," katanya.

Dalam kesempatan ini, Dianda meminta kepada perusahaan, adanya cluster baru di perusahaan menjadi pelajaran untuk semua pihak. Terutama perusahaan dalam menjalankan protokol kesehatan dan selalu koordinasi dengan Pemda Tanjabbar.

"Tentu kita dengan semua perusahaan monitoring terus, dengan adanya claster petro ini jadi pelajaran kita semua, kita minta perusahaan ikuti protokol kesehatan covid," ungkapnya.

"Kalau memang ada yang reaktif rapid dan dilakukan isolasi sendiri, kita minta untuk koordinasi dengan Pemda seperti apa isolasi mereka, untuk TKA juga TKA tentu lebih disiplin mereka harus lulus swab dulu dan ini koordinasi dengan kita," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved