Positif Corona Jambi Tembus 205

Kasus Covid-19 Meningkat Pemprov Jambi Akan Perketat Pintu Masuk, Bagaimana Merangin

Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi meningkat. Pemerintah berencana akan memperketat pintu masuk Jambi.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Zulkifli
Semakin bertambahnya angka kasus Covid-19 di Provinsi Jambi membuat Gubernur Jambi mengevaluasi penanganan Covid19 di Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi. 

Kasus Covid-19 Meningkat Pemprov Jambi Akan Perketat Pintu Masuk, Merangin Masih Cuek

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi meningkat. Pemerintah berencana akan memperketat pintu masuk Jambi, bahkan ASN dilarang untuk melakukan perjalanan dinas keluar kota.

Meski demikian, di Kabupaten Merangin masih terlihat santai dan cuek. Ini terlihat masih seringnya pejabat dan anggota DPRD untuk melakukan kunjungan keluar daerah. Tujuan kunjungan mereka Kota Jambi, Muaro Bungo, Kerinci, Jakarta, Sumbar, Sumsel dan lain sebagainya.

Meski demikian, tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Merangin menyebut jika hingga saat ini belum ada OPD yang melakukan kunjungan keluar daerah.

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov Jambi Kembali Atur Jam Kerja ASN

Kasus Corona Terus Meningkat, Gubernur Jambi Evaluasi Penanganan Covid-19

"Untuk Merangin boleh dikatakan belum ada OPD yang dinas keluar kota, karena memang belum ada undangan dari pusat atau luar provinsi yang mengundang Kabupaten untuk keluar kota," kata Arif Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Merangin.

Kata Arif, saat ini OPD di Kabupaten Merangin hanya melakukan kunjungan di dalam kabupaten Merangin saja, yaitu antar kecamatan.

"Sangat jarang, lebih banyak di Bangko atau ke kecamatan," imbuhnya.

Kenyataan di lapangan, saat ini banyak OPD yang melakukan kunjungan di luar Kabupaten Merangin. Seperti Kadisdik yang saat ini melakukan pertemuan di Kota Jambi, Kasat Pol PP di Bungo, bahkan seorang Kabid di BKPSDM tengah berada di Palembang.

Selain itu, masyarakat juga tidak begitu menghiraukan hal itu. Sudah banyak yang tidak menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat menyebut jika itu semua harus digerakkan oleh pemerintah. Masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan apabila pemerintahnya tanggap.

"Pemerintah cuek jugo. Mungkin kalau di rapid test, banyak yang positif. Contoh sudah ada, kemarin penyelenggara pemilu Rapid Test tapi dak dirilis hasilnya. Padahal ada puluhan yang positif," kata warga.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Merangin Arif menyebut jika dirinya tidak punya data soal hasil rapid test dari KPU, dan dirinya menyarankan untuk menghubungi KPU langsung.

"Sayo cubo tanyo ke dir RSUD, diapun tidak bs menyampaikan ke jubir hasilnya, harap maklum," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved