Harga Emas Akan Terus Naik, Ini Alasannya

harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di posisi US$ 2.055,10 per ons troi Rabu (5/8) sebelum akhirnya ditutup di level US$ 2.038,

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ANTARA FOTO/M N Kanwa/foc.
Karyawan menyusun perhiasan emas di salah satu toko perhiasan di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (21/7). Harga logam mulia khususnya Harga emas 24 karat Antam naik Rp19 ribu pada Rabu (22/7) hingga hampor menyentuh harga Rp1 juta per gramnya. 

TRIBUNJAMBI.COM - Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, pada Kamis (6/8/2020) pukul 08.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,2% ke US$ 2.041,29 per ons troi.

Investor masih melirik emas sebagai aset lindung nilai terhadap masa depan ekonomi yang tidak pasti.

Sebagai bukti, harga emas masih terus mencetak rekor baru.

Bahkan, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di posisi US$ 2.055,10 per ons troi Rabu (5/8) sebelum akhirnya ditutup di level US$ 2.038,12 per ons troi.

Sempat Ditawar Rp20 Juta, Kini Benda Langit Yang Jatuh Di Rumah Josua Di tawar Rp 1 Milyar

Sementara itu, harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember juga naik 0,3% menjadi US$ 2.055 per ons troi.

Pada sesi sebelumnya, harga kontrak emas ini melonjak 1,4% ke US$ 2.049,3 per ons troi.

Ada alasan bagus untuk mempercayai bahwa emas, yang telah meningkat 34,5% tahun ini, dapat terus mendaki.

Berikut hasil rangkuman Kontan.co.id dari berbagai sumber:

Pertama, pelemahan dollar.

Laju harga emas mendapat angin segar dari pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) dan harapan akan lebih banyak stimulus yang digelontorkan untuk mengerek ekonomi yang tertekan virus corona.

Promo J.CO Bulan Agustus 2020 - Mau J Clubs, Donat atau JCool?

Data Reuters menunjukkan, kemarin, indeks dolar turun 0,2% ke level terendah dalam dua tahun.

Ini membuat harga emas yang diperdagangkan dalam the greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Melansir CNN, Goldman Sachs memperkirakan bahwa dollar AS akan melemah lagi 5% lagi selama 12 bulan ke depan, sebagian karena kembalinya ekonomi yang lebih kuat dari bencana Covid-19 di luar Amerika Serikat.

Kedua, imbal hasil surat utang AS kian meningkat.

Kurva imbal hasil surat utang pemerintah AS semakin meningkat karena harganya jatuh setelah prospek peningkatan pasokan utang bertambah seiring dengan rencana stimulus tambahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved