Berita Tanjab Barat
Lurah Desa Lubuk Kambing Diduga Lakukan Pembangunan Jalan Rabat Beton di Atas Tanah Makam
Sementara itu, soal awal pembangunan kata Thamrinsyah dirinya dilibatkan dalam pengukuran di areal sekitar makam. Namun, saat ditanyakan apakah diriny
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Lurah Desa Lubuk Kambing, Kabupoaten Tanjabbar diduga melakukan pembangunan jalan rabat beton di atas tanah makam.
Dugaan ini disampaikan oleh beberapa pihak, termasuk ketua RT dan tokoh masyarakat setempat juga menyebutkan tanah tersebut merupakan tanah makam.
Jalan rabat beton tersebut dibangun di RT 02, Kelurahan Lubuk Kambing, Kecamatan Renah Mendaluh Kabupaten Tanjabbar. Jalan tersebut menghubungkan lokasi di jalan inilah yang diklaim sebagai lokasi tempat makam tersebut.
• Beredar Screenshot Rekomendasi PDIP ke Fachrori-Safrial, Edi Purwanto: Hoax Itu
• Jarang Ekspos Keluarga Barunya, Ahok BTP Akhirnya Pamer Foto Keluarga Puput Nastiti Devi
• Merdeka dari Asap, Refleksi Karhutla 2019 & Penanggulangan Karhutla 2020, Apa yang Harus Dilakukan?
Thamrinsyah, Ketua RT 01 menyebut bahwa dirinya tidak pernah mengusulkan untuk pembangunan jalan rabat beton. Apalagi jalan rabat beton tersebut diklaim oleh pihaknya merupakan TPU yang sudah banyak di gunakan untuk tempat makam.
"Ngotot nian nak bangun sini. Pada saat di musrenbang kita juga tidak mengajukan itu. Saya kalo tidak ada manfaatnya bagi masyarakat kami tidak ambil," ujarnya, Selasa (4/8/2020).
"Aku minta jalan ke air dan jembatan gantung, minta bangun tempat anak-anak ngaji kebetulan tidak dapat, aku minta lagi UKM tidak dapat juga, kalau tidak dapat aku tidak minta aku bilang," tambahnya
Lebih lanjut diterangkan oleh Thamrinsyah bahwa alasan lurah membangun jalan tersebut untuk memudahkan akses masyarakat ketika memikul keranda atau mobil ambulan masuk.
"apa yang mau di tanam di mana lagi ini udah penuh tempatnya," ujarnya.
Sementara itu, soal awal pembangunan kata Thamrinsyah dirinya dilibatkan dalam pengukuran di areal sekitar makam. Namun, saat ditanyakan apakah dirinya mengetahui bahwa pengukuran tersebut untuk pembangunan jalan, kata Thamrinsyah dirinya mengetahui.
"Saat pengukuran ada kita dikasih tau, ya kita diperintah dia, tapi ya pas ngukur itu kita tidak bisa bekutik lagi karena kendak itu lah. Dak bisa kita nak ngomong kek gimana lagi, ngikut aja kita," katanya.
Sementara itu, soal berapa banyak makam yang berada di lokasi lahan tersebut, Thamrinsyah tidak mengetahui berapa banyak. Namun, dirinya memastikan bahwa semua masyarakat sekitar mengetahui bahwa lokasi tersebut merupakan tanah makam.
"Semua masyarakat sini tau, yang kita tanyakan kenapa ini ngotot nian mau bangun di jalan ini. Ini tanah makam, banyak makam di sini," pungkasnya.
Saat ditanya apakah jalan tersebut kini digunakan oleh masyarakat sekitar kata Thamrinsyah, jalan tersebut aktif di gunakan masyarakat.