Diduga Ratusan Ribu Data Nasabah Kreditplus Bocor, Dijual di Forum dengan Harga Murah, Benarkah?

Beberapa waktu lalu, data pengguna Tokopedia diduga bocor. Kini, giliran data milik peruahaan teknologi yang bergerak di bidang finansial

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Pencurian identitas | shootingsportsretailer.com 

Database yang konon berukuran 78 MB tersebut lantas dijual di Raidforums dalam sebuah thread oleh seorang pengguna bernama "ShinyHunters" dengan harga sekitar Rp 50.000.

Ketua CISSRec, Pratama Persadha, mengatakan bahwa data nasabah yang dijual ini cukup lengkap dan mudah untuk diakses.

Sehingga berbahaya dan mengancam privasi pengguna.

Terlebih lagi, data nasabah seperti ini, menurut Pratama, biasanya memancing kelompok kriminal untuk melakukan penipuan dan tindak kejahatan yang lainnya.

Inilah Sosok Peretas Akun Twitter Tokoh Seperti Barack Obama hingga Bill Gates, Usia 17 Tahun

Bupati Batanghari Serahkan 24 Unit Alat Mesin Pertanian Kepada 22 Kelompok Tani

Kemudahan akses database yang terkesan belum aman ini, lanjut Pratama dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Selasa (4/8/2020), disebabkan oleh belum adanya regulasi atau undang-undang yang mengatur tentang perlindungan data.

“Masalah utama di Tanah Air belum ada UU yang memaksa para penyedia jasa sistem elektronik ini untuk mengamankan dengan maksimal data masyarakat yang dihimpunnya.

Sehingga, data yang seharusnya semua dienkripsi, masih bisa dilihat dengan mata telanjang,” kata Pratama.

Ia pun meminta pemerintah untuk mempercepat pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi.

Supaya kasus kebocoran data seperti ini bisa diusut secara tuntas.

Dan keamanan Data Pribadi masyarakat bisa terjamin.

Terkait kebocoran data sendiri, Pratama mengimbau pengguna untuk selalu waspada dan mengamankan akun dengan segala fitur keamanan yang tersedia.

“Sebelum pemilik layanan bisa mengamankan data pribadi penggunanya, kita juga harus bisa mengamankan data pribadi kita sendiri.

Misalnya yang buat password yang baik dan kuat, aktifkan two factor authentication," ujar Pratama.

Ia juga mengimbau pengguna untuk selalu memasang antivirus di perangkat masing-masing.

Menghindari penggunaan wifi gratisan (public), dan waspada ketika membuka tautan yang mencurigakan. (*)

SUMBER: Tribun Timur

Permudah Pelajar Ikuti PJJ XL Axiata Dukung Akses Internet di Pedesaan

VIDEO Razia Masker, Puluhan Orang Kena Sanksi Disiplin Push-up dan Menyayikan Lagu Nasional

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved