Breaking News:

Berita Nasional

Usai Viral Gilang Fetish Kain Jarik, Kini Muncul Dosen Diduga Pelecehan Seksual Modus Riset Swinger

Usai Viral Gilang Fetish Kain Jarik, Kini Muncul Dosen Diduga Pelecehan Seksual Modus Riset Swinger

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tribun Batam
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM -  Setelah sebelumnya heboh di media sosial soal aksi dugaan pelecehan seksual di bidang pendidikan yang dilakukan seorang mahasiswa.

Kembali viral kasus serupa berkedok pendidikan pula.

Sebelumnya kasus Gilang Fetish, mahasiswa di perguruan tinggi Surabaya, nah kali ini menyangkut seorang dosen.

Adiknya Dirampok, Acha Septriasa Resah dan Singgung Jaminan Menyimpan Barang di Rumah

Sinopsis Film Nerve Tayang di Trans TV, Terjebak dalam Game Bernama Nerve

Cara Mudah Mengetahui 8 Tanda Kolestrol Tinggi pada Tubuh, Mulai dari Mudah Lelah dan Nyeri di Dada

Dosen ini bernama Bambang Arianto. Bambang, diketahui adalah seorang dosen tidak tetap di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta.

Namun, belakangan, dari informasi yang beredar, ia berhentikan setelah banyaknya laporan tentang dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dia kepada banyak perempuan.

Mencuatnya nama Bambang Arianto tak lepas dari viralnya kasus Gilang Bungkus Jarik, yang melecehakan para korbannya dengan dalih penelitian.

Akun facebook Laeliya Almuhsin yang pertama kali membuka kasus ini.

Laeliya Almuhsin menceritakan, ia sempat punya pengalaman buruk mengarah kepada aksi pelecehan seksual.

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat Covid, Sebut Bukan Dokter, Darimana Asal Gelar Profesor? Ini Katanya

Wakil Bupati Sarolangun Sapa Tribunners, Ini Pesan yang Disampaikan

Wakil Bupati Sarolangun Sapa Tribunners, Ini Pesan yang Disampaikan

 

tribunnews
Tangkapan layar pengakuan korban Bambang Irianto. (facebook)

"Sedang viral berita fetish bungkus kain jarik. Seorang mahasiswa PTN yang mengaku sedang riset bungkus membungkus yang kemudian terindikasi fetish. Dia mendapatkan kepuasan seksual menyaksikan orang dibungkus jarik menyerupai pocong. Dan, banyak korbannya," tulis Laeliya Almuhsin di awal penjelasannya, dikutip Wartakotalive.com, Senin (3/8/2020).

Duh, Ini mengingatkan saya pada seorang kenalan di Facebook yang mengaku sedang riset sensitif. Dia alumni sebuah PTN dan dosen di sebuah universitas swasta Islam. Saya tidak pernah jumpa langsung, tetapi karena mutual friends cukup banyak, saya terima pertemanan di Facebook.

Dia hubungi saya dengan alasan katanya saya dianggap berpikiran terbuka dan tidak akan kaget soal penelitiannya. Dia awalnya hubungi via message FB untuk minta nomer HP saya dan akan menjelaskan soal risetnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved