Mia Audina Memilih Jalan Sendiri, Awalnya Digadang-gadang Jadi Pengganti Susi Susanti

Beberapa pemain tunggal putri Indonesia, Susi Susanti, Yuni Kartika, Sarwendah dan Mia Audina yang termuda, merupakan andalan.

twitter.com/antoagustian
Bang Soo-hyun (tengah) di podium Olimpiade 1996 di Atlanta, usai mengalahkan Susy Susanti (kanan) di babak semi final dan Mia Audina (kiri) di babak final. 

TRIBUNJAMBI.COM - Awalnya, sosok Mia Audina digadang-gadang menjadi pengganti Susi Susanti.

Kala itu, Susi Susanti merupakan pebulu tangkis tunggal putri andalan Indonesia.

Beberapa pemain tunggal putri Indonesia, Susi Susanti, Yuni Kartika, Sarwendah dan Mia Audina yang termuda, merupakan andalan.

Tapi jalan hidup berkata lain, Mia Audina memilih jalan sendiri.

Kisah Unik Pacaran Susi Susanti dan Alan Budikusuma, Berdua Raih Emas Olimpiade Barcelona 1992

Siapa Sebenarnya Praveen Jordan dan Melati Daeva? Masa Lalu Juara All England 2020 Terungkap

Prestasi langka menjadi milik Mia Audina.

Sejarah mencatat, ia merupakan satu-satunya pebulu tangkis yang mampu meraih medali Olimpiade bagi dua negara.

Kali pertama, Mia Audina meraih medali Olimpiade saat dirinya baru berusia 17 tahun.

Saat itu, ia meraih medali perak Olimpiade Atlanta 1996.

Mewakili Indonesia, Mia harus kalah pada laga final melawan Bang Soo-hyun (Korea Selatan) dengan skor 6-11, 7-11.

Usai mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Mia memutuskan menikah dengan kekasihnya yang berkebangsaan Belanda.

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved