Mencari Solusi Terbaik untuk Belajar di Masa Pandemi

Selama pandemi Covid-19 pembelajaran online diterapkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Tribunjambi/Nurlailis
Dwitya Okky Azanna 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Selama pandemi Covid-19 pembelajaran online diterapkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Tentunya tidak mudah karena tidak semua orang berada di daerah yang memiliki sinyal stabil. Serta kesenjangan ekonomi juga menjadi faktor kendala saat belajar online.

Belajar online bukan hanya untuk siswa sekolah namun juga mahasiswa. Kebanyakan dari mahasiswa mengeluhkan sinyal serta kuota. Namun bagaimana dari sisi dosen yang mengajar?

Bagi Dwitya Okky Azanna yang menjadi dosen teknik sipil Universitas Batanghari mengatakan tidak dipungkiri sinyal dan kuota adalah hal yang sering dikeluhkan mahasiswa. Namun sebagai dosen ia mencoba mencari solusi terbaik untuk mahasiswanya.

“Sebagai dosen, aku selalu cari solusi terbaik yang didiskusikan bersama mahasiswa. Kalau pemberian materi via WA tidak dimengerti maka coba menjelaskan via zoom,” jelasnya.

Dwitya Okky Azanna Belajar Keikhlasan dengan Berkurban

Mulai Hari Ini Token Listrik PLN Bulan Agustus 2020 Sudah Bisa Diklaim, Ada 2 Cara

Beberapa alternatif yang coba ia lakukan selain pemberian materi via WhatsApp adalah dengan membuatkan video penjelasan dari materi jika terkendala sinyal untuk melakukan zoom meeting.

“Saya mengerti tiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Pun tipe orang balas chat berbeda pula. Awalnya kasihan dan memaklumi, namun kadang ada juga dari mahasiswa yang memanfaatkan alasan tersebut,” katanya.

Menurutnya mau tidak mau pembelajaran ini harus tetap dilakukan. Hal ini bukan kesalahan mahasiswa, bukan kesalahan dosen. Namun memang sudah fasenya untuk semua orang mengikuti arusnya.

“Sebagai mahasiswa jangan hanya bilang tidak bisa. Ayo sama-sama cari solusi. Sebagai dosen berusaha semaksimal mungkin memberikan solusi terbaik untuk bersama,” ujarnya.

Mata kuliah yang ia ampu mengharuskan untuk praktek. Hal itu juga menjadi kendala karena yang namanya praktek harus di ruang pratikum.

Sehingga sempat off saat awal pandemi dan mulai berjalan lagi saat mulai new normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan membatasi mahasiswa yang hadir.

Kendala lainnya, tidak semua mahasiswa memberitahu apakah mereka mengerti atau tidak dengan materi yang diberikan. Berbeda dengan tatap muka, dosen bisa lihat apakah mahasiswa itu paham atau tidak.

Kalau via online, meskipun mereka bilang paham tapi belum tentu mereka bisa mengerjakan soal yang diberikan.

“Jadi saat online materi yang diberikan juga fokus disatu materi, tidak secara meluas. Sehingga mereka tidak bingung nantinya,” ungkapnya.

Tantangan lain adalah dari diri sendiri yang berusaha untuk fokus saat melakukan pengajaran secara online. Sehingga butuh usaha lebih dari diri sendiri untuk fokus di satu pekerjaan. (Nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved