Breaking News:

Menteri Nadiem Makarim Sudah Minta Maaf, NU Tetap Enggan Diajak Bergabung ke POP

Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan kembali bergabung dalam Program Organisasi Penggerak ( POP) yang digagas Menteri Pendi

Editor: Rahimin
DOK. KEMENDIKBUD
Mendikbud Nadiem Makarim saat mendampingi Wapres Maruf Amin meninjau Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (08/07/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan kembali bergabung dalam Program Organisasi Penggerak ( POP) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Hal itu dikatakan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Arifin Junaidi. 

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim sendiri sudah minta maaf terkait ucapannya yang ingin memberikan dana hibah Kemendikbud pada Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation dalam POP.

"Tidak (enggan bergabung kembali)," kata Arifin saat dihubungi, Rabu (29/7/2020).

Jaksa Ini Langgar Disiplin, 9 Kali Pergi ke Luar Negeri Tanpa Izin dan Berfoto Bersama Djoko Tjandra

Ramalan Zodiak Kamis 30 Juli 2020, Scorpio Proyek Kejutan Pisces dan Bisnis Profesional, Sukses Deh

Wanita Asal Sengeti Jambi Disebut Jadi Pelakor Perwira Polisi, Aurellia Renatha sempat Ditampar Ayah

Menurut Arifin, ada dua alasan mengapa lembaganya tidak mau bergabung kembali ke POP. Alasan pertama karena Nadiem belum menghapus nama Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation.

Sedangkan alasan kedua, NU tidak dimasukkan dalam daftar penerima.

"Kalau pemikiran di atas diikuti kenapa Muslimat NU, Aisyiyah, Pergunu dan FGM tidak dimasukkan ke dalam daftar, kan organisasi itu juga menjalankan program penggerak dengan dana sendiri?," ujarnya.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim (ist)

Arifin juga mengatakan bahwa Nadiem mengaku akan mengevaluasi penerima dana hibah POP. Namun, lanjut dia, organsasi yang telah dinyatakan berhak menerima justru masih melakukan tahapan POP.

"Evaluasi membutuhkan waktu, ini berakibat waktu pelaksanaan POP semakin sedikit," ucap Arifin.

Sebelumnya diberitakan, Mendikbud Nadiem Makarim berharap organisasi penggerak seperti Muhammadiyah, NU, dan Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan, dapat kembali bergabung dalam POP.

Hasil Liga Italia Tadi Malam AC Milan vs Sampdoria, Pesta Gol 4-1 di Stadion San Siro

Bermaksud Larang Siswa Lakukan Seks Bebas, Sekolah Ini Justru Panen Hujatan dan Kecaman, Kok Bisa?

Kumpulan Ucapan Selamat Idul Adha 2020, Bahasa Inggris dan Artinya, Cocok Dibagikan di Media Sosial

"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," ujar Mendikbud seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Selasa (28/7/2020).

Dalam keterangan tertulis yang sama, Nadiem juga menyatakan bahwa Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung POP.

Sehingga, kedua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menjalankan programnya.

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut,” kata Nadiem di Jakarta, Senin (27/7).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendikbud Nadiem Minta Maaf, NU Enggan Kembali Gabung POP",

Prakiraan Cuaca Hari Ini Kamis 30 Juli 2020, Jambi, Bandung, Jakarta Cerah Berawan

Panduan dan Tata Cara Mengerjakan Salat Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Kekaguman Nani Wijaya pada Ajib Rosidi Berujung Pernikahan di Usia Senja, Begini Kisahnya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved