Berita Internasional
Lebih Maju Selangkah, AS Intip Pergerakan Militer China Tanpa Harus Mendekat, Deteksi dari Jepang
Lebih Maju Selangkah, AS Intip Pergerakan Militer China Tanpa Harus Mendekat, Deteksi dari Jepang
TRIBUNJAMBI.COM - Selain dikenal negara adidaya, Amerika Serikat ahli dalam membangun dan memperkuat sumber pertahanannya hingga industri itu sendiri.
Amerika Serikat (AS) dikenal memang senang berinvestasi besar-besaran dalam industri pertahanan yang mendukung kegiatan spionase.
Bisa dibilang AS sudah membuat berbagai macam peralatan spionase yang bahkan sulit ditandingi oleh Rusia sekalipun.
Contoh saja ada pesawat mata-mata SR-71 Blackbird yang sudah berkali-kali wara-wiri di atas langit Uni Soviet kala itu tanpa bisa dihentikan.
• Takut Kolesterol Naik Saat Idul Adha, 9 Makanan Ini Dapat Turunkan Kadar Kolesterol Jahat
• Tips Menyimpan Daging Kambing, Perlukah Dicuci? Atau Langsung Simpan di Kulkas?
• Jelang Idul Adha 1441 H, Pertamina Tambah Pasokan LPG Lebih dari 10 Persen
AS sadar jika informasi intelijen sebelum sangatlah berharga sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Cara ini sudah dipakai AS berkali-kali ketika konflik dengan berbagai negara terjadi.
Hal yang sulit ditiru oleh negara lain karena terkadang penguatan militer tidak dibarengi dengan penguatan daya endus intelijennya.
Kini AS melakukan cara yang sama terhadap China.

• Panduan Sholat Idul Adha 2020 di Lapangan/Masjid - Semprot Disinfektan hingga Jarak 1 Meter per Shaf
• Sinopsis Film G.I. Joe: Retaliation Tayang di Trans TV, Kelanjutan Aksi Duke dan Kawan-Kawannya
• Pesiden Belarus Ketahuan Postif Corona, Sempat Sesumbar Klaim Vodka Bisa Jadi Obat Virus Covid-19
Komandan Pasukan Amerika Serikat di Jepang, Jenderal Kevin Schneider pada hari Rabu (29/7), mengatakan, mereka dapat membantu memonitor serangan tak terduga (unprecedented incursions) dari kapal-kapal perang China yang ada di sekitar pulau-pulau di Laut China Timur yang dikendalikan Jepang dan juga diklaim oleh China.
Pernyataan militer AS tersebut, merespons meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, menyusul keputusan China mencabut larangan menangkap ikan di daerah itu.
Amerika Serikat tidak mengambil sikap atas kedaulatan terhadap pulau-pulau tak berpenghuni, yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, tetapi mengatakan bahwa AS akan membantu sekutunya, Jepang, mempertahankan diri terhadap serangan apa pun.
• Sinopsis Film Danur Tayang di Trans TV, Persahabatan Seorang Gadis dengan Para Hantu
• Bukan Pelanggan Biasa, Pengusaha Pemesan Artis Vernita Syabilla Dibebaskan, Pasang Tarif Rp 30 Juta!
• 35 Ucapan Selamat Idul Adha 1441 H/2020 untuk Dibagikan ke Keluarga atau Kerabat
Kementerian luar negeri China merespons komentar Schneider.
China mengatakan pulau-pulau itu adalah wilayah China dan menyerukan semua pihak untuk menegakkan stabilitas di kawasan itu.(*)
Artikel ini pernah tayang sebelumnya di Kontan dengan judul "Militer AS klaim dapat memonitor serangan tak terduga China terhadap Jepang"
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
1