Berita Internasional

Dulu Ngotot Lepas dari Indonesia, Nasib Ekonomi Timor Leste Bahkan Kalah Jauh dengan Provinsi NTT

Dulu Ngotot Lepas dari Indonesia, Nasib Ekonomi Timor Leste Bahkan Kalah Jauh dengan Provinsi NTT

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Via Kontan
ILUSTRASI. Bendera Timor Leste 

Virus corona memperburuk ekonomi Timor Leste yang berkontribusi pada menurunnya kunjungan turis asing ke negara itu, melambatnya perdagangan ekspor-impor, dan besarnya pengeluaran pemerintah untuk menanggulangi pandemi.

Pertumbuhan Ekonomi NTT

Dikutip dari bi.go.id, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada tahun 2019 mencapai 5,20% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 5,13% (yoy) dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019 yang sebesar 5,02% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, perekonomian Provinsi NTT pada tahun 2019 masih ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dibandingkan dengan tahun 2018.

Terjaganya daya beli masyarakat didukung oleh rendahnya inflasi dan perluasan penyaluran bantuan sosial nontunai pemerintah.

Usai Dapat Dukungan Nasdem dan PPP, Satu Partai Lagi Akan Beri Rekomendasi ke Fasha-AJB

Gelagat Yuni Shara Grogi Saat Ari Lasso Sambungkan Telepon ke Raffi Ahmad: Kaya Kucing!

Cara Nunung Berhubungan Badan dengan Suaminya Saat Rehabilitasi: Bayar Rp 300 Ribu untuk 4 Jam!

Perekonomian Provinsi NTT pada tahun 2019 masih didominasi oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; serta konstruksi.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada triwulan IV 2019 tercatat sebesar 5,32% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III 2019 sebesar 3,87% (yoy).

Akselerasi ekonomi pada triwulan IV 2019 terutama didorong oleh konsumsi pemerintah dan investasi sejalan dengan tingginya realisasi belanja pemerintah daerah, mengikuti pola historis penyerapan belanja pemerintah daerah yang tinggi pada akhir tahun serta investasi swasta pasca Pemilu 2019 dan pengumuman kabinet yang baru.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2019 didorong oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan serta konstruksi.

Pada triwulan I 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diprakirakan melambat dengan kisaran 4,84%-5,24% (yoy) seiring kecenderungan masyarakat menahan konsumsi pasca Hari Natal dan Tahun Baru dan terbatasnya realisasi belanja pemerintah daerah dan investasi swasta pada awal tahun.

Di samping itu, COVID-19 yang melanda Tiongkok berpotensi menahan kinerja ekspor impor luar negeri Provinsi NTT dengan Tiongkok.

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi Provinsi NTT pada triwulan I 2020 diprakirakan dipengaruhi oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan; LU perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; serta LU konstruksi.

Berdasarkan data per 31 Desember 2019, realisasi pendapatan pemerintah (APBN, APBD Provinsi dan APBD 22 Kabupaten/Kota) telah mencapai Rp30,35 triliun atau 104,11% (yoy) dari total rencana pendapatan tahun 2019 yang sebesar Rp29,15 triliun.

Realisasi pendapatan ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar Rp27,52 triliun atau 102,48% (yoy) dari total rencana pendapatan tahun 2018 sebesar 26,86 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja pemerintah mencapai Rp43,44 triliun atau 90,87% (yoy) dari pagu belanja tahun 2019 sebesar 47,80 triliun, meningkat dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2018 sebesar Rp14,01 triliun atau 90,02%, (yoy), didorong oleh peningkatan realisasi belanja konsumsi di tengah penurunan belanja modal.*

(Alfred Dama)

(Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul "Perbandingan Ekonomi Timor Leste dan NTT Indonesia, Bak Bumi Langit, Flobamora Makin Makmur")

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved