Aksi Heroik Prajurit Wanita Elit Mataram Buat Kolonial Belanda Kewalahan, Ini Rahasianya!

Di zaman kolonial Belanda banyak wanita-wanita perkasa yakni di masa kerajaan Mataram.

Editor: Heri Prihartono
Wikipedia Ilustrasi -  
Wanita-wanita di istana Mataram.  

TRIBUNJAMBI.COM - Di zaman kolonial Belanda banyak wanita-wanita perkasa yakni di masa kerajaan Mataram.

Keberadaan mereka saat itu ternyata diitakuti Kolonial Belanda.

Para petinggi petinggi penjajah Belanda pun dibuat kagum menyaksikannya prajurit elit wanita Mataram.

Hal itu tercatat dalam buku Babad Dipanagara, An Account of te Break of Java War, yang menceritakan tentang prajurit elit wanita  Mataram.

Update Harga Mobil Seken Honda City Bulan Juli 2020, Mulai dari Rp 60 Jutaan

Seorang veteran perang Napoleon dibuat terkejut ketika melihat aksi para wanita perkasa ini, dalam kunjungannya ke Yogyakarta tahun 1809.

Veteran itu bernama Herman William Daendels, yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda.

Ia menyaksikan pertunjukkan turnamen perang-perangan yang diadakan di sana, dilakukan oleh 40 orang perempuan.

 

APES! Pencuri tak Sadar Jual Gas LPG ke Warung yang Dicurinya, Begini Endingnya

Perempuan perkasa itu beraksi sebagai sosok prajurit bukan hal biasa kala itu, terlebih mereka memiliki kemampuan luar biasa.

Pasalnya, pada saat itu, kemampuan bertarung luar biasa didominasi oleh kelompok pria saja.

Sementara itu, menurut beberapa catatan, ternyata beberapa kerajaan di nusantara juga memiliki prajurit yang diisi oleh sekelompok perempuan.

Mereka melakukan tugas, mulai dari menjaga kemanan keraton dan kerajaan dari ancaman musuh.

Peter Carey, profesor tamu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dan Vincent Houben, guru besar sejarah modern Asia Tenggara di Humboldt Universitu Berlin.

Menceritakannya dalam bukunya berjudul Perempuan-Perempuan perkasa di Jawa Abad XVII-XIX.

Menulis tentang keraton mataram yang memiliki sejumlah pasukan tangguh berisikan wanita di lingkungan istana.

Peter dan Vincent menyebut kerajaan di kawasan Jawa Tengah bagian selatan, memiliki prajurit perempuan yang memiliki andil dalam perang.

Selain itu, laporan Francois Valentijn (1666-1727) seorang misionaris yang menyebutkan bahwa area keraton memiliki 10.000 perempuan bermukim.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved