Breaking News:

Warga Simpang Datuk Resah, Dua Pekan Terakhir Padi Mereka Diserang Hama Wereng

Dampak dari serangan hama wereng tersebut, tanaman padi warga yang terkena hama ini menjadi hangus seperti terbakar dan menjadi kering, sehingga padi

ist
Kondisi tanaman padi warga Desa Simpang Datuk mulai mengering dan mati akibat serangan hama wereng. 

TRIBUNJAMBI.COM, TANJABTIMUR - Sejak dua pekan terakhir, petani padi di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) resah, pasalnya tanam padi mereka banyak diserang hama wereng.

Dampak dari serangan hama wereng tersebut, tanaman padi warga yang terkena hama ini menjadi hangus seperti terbakar dan menjadi kering, sehingga padi petani bisa terancam mati.

Dikatakan Ambok Irik, warga simpang datuk mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan para petani satu diantaranya dengan cara memberikan bermacam obat, agar padi mereka bisa terselamatkan.

26 CJH Asal Batanghari Mengambil Uang Setoran Awal Keberangkatan Haji

Pemilik 5 Zodiak Ini Susah Bilang Aku Cinta Kamu - Virgo Perfeksionis, Aquarius Pencari Kebebasan

Ini Daftar Harga Sembako Pemantauan Disperindag Provinsi Jambi Hari Ini (27/7/2020)

"Namun upaya itu tidak membuahkan hasil yang maksimal. Dimana tanaman padi kami tetap juga seperti itu, tidak ada hasil yang bagus," tuturnya, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, hama ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab, kalau hama yang lain, anakan padi tidak akan terikut terserang hama, jadi tidak khawatir. Tapi kalau hama wereng ini, anakan padinya juga ikut terserang.

"Kalau dibandingkan dengan hama yang lain, hama wereng ini lebih ganas. Sampai anakan padinya juga ikut kering dan mati," jelasnya.

Lanjutnya, di Desa Simpang Datuk ini merupakan wilayah lumbung pangan di Kabupaten Tanjabtim. Jika hama ini tidak segera diatasi, maka kemungkinan besar padi di Desa Simpang Datuk akan gagal panen.

"Dalam waktu dekat ini saja sekitar akhir bulan Agustus mendatang, ada kelompok tani yang akan melakukan panen. Tapi dengan adanya hama itu, bisa saja akan gagal panen," ucapnya.

Untuk itu, para petani di Desa Simpang Datuk sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk mencarikan solusi agar penanggulangan hama wereng ini bisa cepat diatasi.

"Selain itu kami juga sangat mengharapkan, pihak provinsi bisa turun ke lapangan untuk menganalisa obat-obatan apa yang pas untuk tanaman kami yang diserang hama wereng ini. Jadi kami tidak asal-asalan memberikan obat, nanti malah tambah parah padi kami," harapnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved