Breaking News:

Warga Berharap Program Pemutihan Diperpanjang, Penerimaan Pajak di Samsat Tanjabtim Lebihi Target

Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD-PPD) Samsat Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mencatat,

tribunjambi/abdullah usman
Warga tengah mengatri panggilan pembayaran pajak kendaraan bermotor, di UPTD PPD Samsat Tanjabtim beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD-PPD) Samsat Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mencatat, hingga 23 Juli 2020 capaian realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor sudah melebihi target.

Kepala UPTD-PPD Samsat Tanjabtim, Asnawi menjelaskan tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Jambi telah menurunkan target capaian realisasi pajak kendaraan akibat dari dampak covid-19.

Pada 2019 lalu target pajak sebesar Rp17 Miliar lebih, sedangkan untuk 2020 ini target capaian pajak kendaran hanya sebesar Rp13,99 miliar.

"Realisasi penerimaan pajak kendaraan selama semester 1 tahun 2020 ini sudah melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jambi," ujarnya.

Berdasarkan data terhitung pada periode Januari hingga Juni 2020 capaian realisasi penerimaan pajak sudah Rp8,39 milar.

Sementara dari 1 hingga 23 Juli 2020 capaian yang didapat sebesar Rp 980,82 juta.

"Artinya, hingga akhir Juli 2020 angka yang didapat masih bisa naik lagi. Jika dikalkulasikan dari periode Januari - 23 Juli 2020 total realisasi penerimaan pajak kendaraan di Tanjabtim sebesar Rp 9,37 miliar atau 66,96 persen dari target yang ditetapkan sebesar 58,33 persen,” katanya.

"Dengan demikian artinya UPTD-PPD Samsat Tanjabtim telah melebihi target senilai Rp1,2 miliar atau lebih 8,62 persen,” sambungnya.

Meski di masa pandemi Covid-19, antusias masyarakat tertib pajak cukup tinggi untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan baik motor maupun mobil.

Pelayanan di UPTD Samsat sempat vakum beberapa minggu, yang mengakibatkan pelayanan tutup untuk sementara waktu akibat pandemi. Hingga 30 Juni 2020 program pemutihan pajak kendaraan dari program pemerintah resmi ditutup.

"Masyarakat berharap pemutihan pajak kendaraan tahun ini dapat diperpanjang lagi. Mengingat perekonomian masyarakat mulai membaik, sehingga memiliki uang lebih untuk bayar pajak," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved