Positif Corona Jambi Tambah Lagi

BREAKING NEWS Karyawan PetroChina Positif Covid-19 Bertambah Jadi 13 Orang, Kini Dirawat di SIloam

Adapun identitasnya yaitu RD (41 tahun), AF (35 tahun), JH (44 tahun) dan ARS (47 tahun) bekerja untuk PetroChina di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanja

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Juru Bicara Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Taharuddin. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Hingga kini, karyawan PetroChina yang positif Covid-19 bertambah menjadi 13 orang.

Ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Tanjabbarm Taharuddin, Minggu (26/7/2020) malam.

Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa setidaknya ada empat pasien positif Covid 19 yang merupakan karyawan PetroChina.

Dulu Terkenal dengan Dialognya Tatap Mata Ojan, Ingat dengan Artis Ini? Kini Punya Pacar Cantik

Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan HIV Yodi Prabowo, Ternyata Idap Penyakit Lain, Polisi:Dia Belum Tahu

LINK Streaming Boruto Episode 158 Subtitle Indonesia, Tim 7 Menyelidiki Hilangnya Pria Bernama Anato

Adapun identitasnya yaitu RD (41 tahun), AF (35 tahun), JH (44 tahun) dan ARS (47 tahun) bekerja untuk PetroChina di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar.

Semakin banyaknya ditemukan karyawan PetroChina yang terkonfirmasi positif Covid-19, saat disebutkan sebagai klaster. Taharuddin enggan menyebutkan 13 orang tersebut sebagai klaster.

"Saya tidak menyatakan klaster petro tapi sampai dengan hari ini ada 13 karyawan petro dan sub kontraktornya yang terkonfirmasi positif," sebutnya.

Lebih lanjut, disampaikan oleh Taharuddin bahwa penambahan tersebut hasil dari swab test yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Saat ini katanya, 13 orang tersebut tengah di rawat di RS Siloam Kota Jambi.

"Saat ini dirawat di RS Siloam," ungkapnya.

Sementara itu, saat ditanya bahwa Tim Gugus Provinsi tidak mengeluarkan kabar adanya penambahan terhadap Pasien Covid 19 asal Tanjabbar. Kata Taharuddin memang belum diumumkan, karena memang tidak semuanya warga Kabupaten Tanjabbar.

"Ya karena tambahan tersebut tidak semua warga tanjabbar jadi mereka harus pilah-pilah dulu kabupaten atau kota mana saja yang mengalami perubahan data," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved