Memanas! Amerika Serikat Gencar Lakukan Pengintaian Udara Terhadap Tiongkok di Laut China Selatan
Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok masih saja terjadi di Laut China Selatan.
Dua armada tempur Amerika Serikat yang dipimpin dua kapal induk iu melakukan latihan di Laut China Selatan sebanyak dua kali pada 14 dan 17 Juli lalu.
Di antara hari itu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa klaim China atas perairan Laut China Selatan tidak punya dasar hukum.
• Anies Minta Warga Saling Tegur, Perkantoran dan Komunitas Tempat Paling Rawan Penyebaran Corona
Laut China Selatan yang kaya minyak itu merupakan salah satu jalur laut paling sibuk di dunia.
Sepertiga pelayaran internasional global melalui perairan tersebut.
China mengklaim sebagian besar wilayah perairan Laut China Selatan adalah miliknya.
Klaim China tersebut sebagian mencakup wilayah yang diklaim oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Indonesia.
Intensitas pengintaian yang tinggi oleh Amerika Serikat itu, menurut Hu Bo, direktur SCSPI, jelas dimaksudkan untuk mengumpulkan antara lain sinyal komunikasi, dan frekuensi radio militer China, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Terlebih sinyal tersebut sedangkan digunakan oleh PLA ketika melakukan latihan perang.
Data tersebut sangat penting mengingat perang di masa sekarang dan mendatang sangat mengandalkan elektronika.
"Peningkatan misi pengintaian udara Amerika Serikat itu punya potensi sebagai sumber konflik," kata Hu Bo.
Kegiatan pengintaian udara Amerika Serikat pernah menimbulkan insiden serius pada April 2001.
Ketika itu pesawat AL Amerika Serikat EP-3E Aries II yang sedang melakukan pengintai di sekitar Pulau Hainan, bertabrakan dengan pesawat tempur AU China J-8II, yang mencoba melakukan pencegatan.
Akibat tabrakan itu pilot pesawat China tewas, sedangkan pesawat Amerika Serikat terpaksa mendarat darurat di Pulau Hainan, yang berakibat menimbulkan krisis diplomatik Amerika Serikat-China.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: Perseteruan Makin Runcing, Amerika Serikat Gencar Lakukan Pengintaian Udara terhadap China