Breaking News:

Operasi Patuh 2020, 7 Hal ini Jadi Sasaran Prioritas Petugas

Satlantas Polres Sarolangun kembali melakukan kegiatan Operasi Patuh tahun 2020, dimulai 23 Juli dan berakhir pada 5 Agustus 2020 mendatang.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Belasan pengendara motor di Sarolangun terjaring razia petugas Operasi Patuh 2020. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Satlantas Polres Sarolangun kembali melakukan kegiatan operasi patuh tahun 2020.

Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu, dimulai 23 Juli dan berakhir pada 5 Agustus 2020 mendatang.

Kegiatan ini memberikan peringatan kepada para pengendara hingga penilangan, jika mereka tidak mematuhi aturan lalu lintas. 

Kasat Lantas Iptu Angga Luvyanto melalui Kanit Opsnal Aiptu F Aritonang, mengatakan untuk operasi patuh pada hari pertama cukup banyak pengendara yang menyalahi aturan.

Kurang lebih sebanyak 15 kendaraan melakukan kesalahan dan dilakukan tindakan tegas berupa penilangan oleh petugas. 

Beruang Berkeliaran di Kebun, Petani di Singkut Sarolangun Diminta Tak Pergi ke Kebun

Pasien Covid-19 di Jambi Bertambah Lagi, Hari Ini Total 138 Kasus Positif Virus Corona

"Untuk penindakan kemarin 15 unit kendaraan, yang mana ada teguran dan langsung tilang. Hari ini merupakan hari kedua kita laksanakan," katanya, Jumat (24/07/2020).

Sedangkan pada hari kedua, ada 15 pengendara yang dikenai tilang. Terdiri dari pelanggaran pasal 291 atau tidak memakai helem SNI 9 tilang. Dan pelanggar pasal 280 dengan tidak menggunakan TNKB berjumlah 6 berkas tilang. Adapun  teguran tidak menggunakan masker berjumlah lima pelanggar.

Ia juga menjelaskan pada operasi patuh ini, sesuai dengan instruksi Dirlantas Polda Jambi, ada sebanyak 7 sasaran prioritas dalam kegiatan tersebut. Yakni pengendara yang tidak menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), tidak menggunakan helm, melawan arus, menggunakan handphone pada saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk keselamatan, knalpot blong, dan boncengan tiga orang atau lebih. 

Selain itu, Operasi Patuh 2020 menekankan pelanggaran dengan persentase 40%  untuk Preemrif, 40% untuk Preventif dan 20% Gakum.

Dan sasaran prioritas berupa kendaraan bermotor tanpa TNKB, penggunaan helm SNI, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebelum operasi dua minggu sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi. Bahwa masyarakat diminta untuk mematuhi dan kerja samanya untuk kelancaran masing-masing dan sadar akan kepatuhan berlalu lintas untuk keselamatan.

Selain itu, kata dia bahwa dalam operasi patuh ini pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pengendara untuk tetap menggunakan masker saat berkendara di tengah pandemi virus corona (Covid-19). 

"Kita juga sosialisasi terhadap adaptasi kebiasaan baru, yakni menggunakan masker, untuk masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.
 

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved