Virus Corona

Menguak 5 Fakta Vaksin Sinovac dari China, Seberapa Ampuh Bisa Cegah Virus Corona (Covid-19)

Mengauk 5 Fakta Vaksin Sinovac dari China, Seberapa Ampuh Bisa Cegah Virus Corona (Covid-19)

Editor: Andreas Eko Prasetyo
(dailymail)
Ilmuwan China mengklaim telah berhasil mengembangkan Vaksin Virus Corona setelah dalam uji coba ke manusia, 90 persen partisipan memberikan respon antibodi yang baik. Vaksin diproduksi Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing, China, dan produknya diberi nama CoronaVac. Vaksin ini menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang baik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 130 upaya global untuk mengembangkan vaksin melawan COVID-19. 

Sepeti yang diketahui beberapa negara selain Indonesia tersebut ialah Bangladesh dan Brasil.

Bangladesh telah menyetujui uji klinis tahap II vaksin Covid-19 Sinovac.

Uji klinis di Bangladesh akan dilakukan oleh Pusat Penelitian Penyakit Diarrheal Internasional di Bangladesh (ICDDR, B).

Dan uji klinis tersebut akan dijalankan pada bulan Agustus 2020 dengan melibatkan 4.200 relawan.

Untuk negara Brasil juga dilaporkan akan ikut serta dalam uji klinis tahap III vaksin Sinovac.

Badan Regulasi Kesehatan Brasil (ANVISA) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Biologi Brasil yakni Instituto Butantan juga berikan izin uji klinis tahap III.

  • Hasil Bisa Diketahui Selama 6 Bulan
Ilustrasi tes Covid-19
Ilustrasi tes Covid-19 (Freepik)

Namun dengan adanya uji klinis ini vaksin Sinovac tak bisa langsung digunakan oleh positif Covid-19.

Perusahaan farmasi Bio Farma memperkirakan bahwa uji klinis vaksin Sinovac tahap III akan membutuhkan waktu selama 6 bulan.

Dengan kata lain paling cepat hasil dari uji klinis yang bisa disimpulkan pada Januari 2021.

Jika uji klinis tahap tiga ini berhasil dan berjalan lancar, maka Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin secara massal pada kuartal 1 tahun 2021.

Menurut Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, Bio Farma telah mempersiapkan fasilitas untuk produksi massal vaksin sebanyak 250 juta dosis.

Sementara itu, Sinovac juga telah membangun fasilitas untuk memproduksi vaksin hingga 100 juta dosis per tahun.

  • Metode Pembuatan Vaksin
Kulkas penyimpan 1.500 virus termasuk virus corona (SARS/MERS) di Laboratorium Virus Wuhan.
Kulkas penyimpan 1.500 virus termasuk virus corona (SARS/MERS) di Laboratorium Virus Wuhan. (China Daily / Daily Mail)

Metode pembuatan vaksin Covid-19 yang digunakan oleh Sinovac menjadi salah satu faktor utama Bio Farma menggandeng perusahaan farmasi asal Tiongkok tersebut.

Metode yang digunakan ialah metode inaktivasi yakni metode pembuatan vaksin dengan cara menonaktivkan jenis virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu.

Selain bekerjasama dengan Sinovac, vaksin Covid-19 juga menggunakan metode campuran yang dikembangkan oleh Wuhan Institute of Biological Products.

  • Jumlah Dosis Vaksin Sinovac
Foto wujud virus corona yang sudah diberi warna
Foto wujud virus corona yang sudah diberi warna (NIAID)
Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved