Mantan Ketua PDI-P Sumut Ditahan KPK, DJarot: Terlibat Korupsi Mantan Gubernur Yang Diusung PKS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 11 eks anggota DPRD Sumut. termasuk Mantan Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih.

Editor: Rahimin
tribun medan
Japorman Saragih 

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 11 eks anggota DPRD Sumut.

Dari 11 mantan anggota DPRD Sumatera Utara itu, termasuk Mantan Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih.

Japorman dan lainnya telah menjadi tersangka korupsi dan kini menjadi tahanan KPK.

Ke-11 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang berstatus sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan 2014-2019.

Sementara itu, kepada awak media, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Djarot Saiful Hidayat angkat bicara, terkait kasus yang menimpa Japorman.

732 WNI Jemaah Tabligh Akbar Tertahan di India, 98 Orang Dijatuhi Sanksi Denda Rp 2 Juta

Tito Karnavian Jelaskan Teori Terbaik Jenazah Covid–19 Dibakar, Ini Penjelasan Kemendagri

Penampilan Baru Artis Feby Febiola Bikin Gempar, Ini Pengakuan Mengejutkannya

Menurut Djarot, kasus tersebut merupakan bagian dari pusaran korupsi Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kita harus ingat, dalang utama pusaran korupsi itu, Mantan Gubernur yang diusung oleh PKS," katanya, Kamis (23/7/2020).

Kasus tersebut, kata Djarot menciderai sendi-sendi pemerintahan rakyat. Djarot menjelaskan, pihaknya mendorong agar lembaga anti rasuah itu menindak seluruh pihak yang terlibat.

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bergandengan tangan bersama istri mudanya, Evy Susanti, keluar dari kantor KPK Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015).
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bergandengan tangan bersama istri mudanya, Evy Susanti, keluar dari kantor KPK Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015). (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Mulai dari ASN-nya, Sekretaris Dewan, Sekda Provinsi, Kepala Biro Keuangan semuanya harus diusut tuntas pelaku tindak pidana korupsi ini," ungkapnya.

 PDIP, kata Djarot selalu mendukung penegakan hukum yang dilakukan.

"Kami akan memutus mata rantai kasus korupsi ini agar tidak menjadi tradisi buruk di Sumatera Utara," tambahnya.

Djarot mengungkapkan, kasus korupsi tersebut menjadi pembelajaran bagi para pemegang amanah rakyat yang berada di legislatif dan eksekutif.

Jokowi Rindu Kritikan Fahri Hamzah, Berat Badan Bertambah Karena Jarang Bicara Tentang Isu Politik

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2020 Berupa Gambar, Cocok Dikirimkan Via WA dan FB

Spoiler One Piece Chapter 986, Rencana Kaido Sebeneranya, Perang Besar Sudah Didepan Mata?

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP itu mengingatkan kepada seluruh kadernya untuk menjaga intergritas, disiplin dan terus berperang melawan perilaku korupsi.

"Komitmen untuk melayani rakyat harus diwujudkan dalam program yang membumi, membantu rakyat selamat dari jurang kemiskinan," jelasnya.

Djarot berjanji, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada sebagian kader partai yang mencoba untuk menyeleweng.

Konsolidasi Deli Serdang, Djarot hadir bersama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, juga sejumlah caleg PDIP lainnya sepeti Yasona Laoly, Ramond Dony Adam, dan Zuhairi Misrawi, Jumat (14/12/2018).
Konsolidasi Deli Serdang, Djarot hadir bersama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, juga sejumlah caleg PDIP lainnya sepeti Yasona Laoly, Ramond Dony Adam, dan Zuhairi Misrawi, Jumat (14/12/2018). (Tribunnews.com/Dennis Destriyawan)
Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved