Virus Corona
Perawatan Satu Pasien Positif Covid-19 Habiskan Lebih Rp 100 Juta, Dokter Reisa Ingatkan Hal Ini
Pasien yang tertular Covid-19 akan menjalani perawatan intensif hingga sembuh di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah.
TRIBUNJAMBI.COM - Pasien yang tertular Covid-19 akan menjalani perawatan intensif hingga sembuh di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah.
Perawatan pasien tersebut bisa lam. Sebab, pasien harus menjalani dua kali tes swab untuk benar-benar dinyatakan sembuh.
Perawatan yang cukup lama, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, perawatan satu orang pasien Covid-19 menghabiskan biaya lebih dari Rp 100 juta.
• Resmi, Presiden Jokowi Bubarkan 18 Lembaga, Berikut Daftarnya
• Heboh, Wanita di Tasikmalaya Melahirkan Tanpa Hamil, 19 Bulan Tak Berhubungan Intim Sama Suami
• Suami Jual Istri ke Pria Hidung Belang, Akui Beberapa Kali Bareng Ikut Main, Ini Faktanya
"Menurut laporan resmi dari rumah sakit, seorang pasien dapat menghabiskan lebih dari Rp 100 juta rupiah untuk perawatan," ujar Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (20/7/2020).
Ia mengingatkan, bahwa pengobatan Covid-19 lebih mahal dibandingkan upaya pencegahannya.
Reisa mengingatkan, selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, masyarakat dihadapkan pada kenyataan harus hidup berdampingan dengan penyakit ini. Oleh karena itu, upaya pencegahan Covid-19 menjadi pilihan terbaik.
"Upaya pencegahan jadi pilihan kita nomor satu hingga saat ini. Ingat selalu jaga jarak aman, pakai masker, sering cuci tangan dan jadikan ini kebiasaan baru selama masa pandemi," kata Reisa.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, masih terus bertambahnya kasus Covid-19 hingga saat ini menjadi gambaran bahwa tingginya aktivitas masyarakat tidak diiringi dengan kepatuhan menaati protokol kesehatan.
Yuri mengingatkan, protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 harus dilakukan terus menerus. "Penambahan kasus ini adalah gambaran dari aktivitas penduduk yang semakin tinggi, tetapi tidak mematuhi protokol kesehatan," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (20/7/2020).
"Protokol kesehatan yakni jaga jarak, memakai masker dengan baik dan benar dan mencuci tangan," kata dia.
Padahal, kata Yuri, protokol kesehatan merupakan satu-satunya pegangan semua pihak agar tetap aman dari Covid-19.
• Kekuatan Militer Indonesia No 1 di Asia Tenggara dan No 16 di Dunia, Prabowo Belanja 500 Rantis
• Sarah Disekap Bandit Kongo 16 Hari, Pasukan TNI Akhirnya Berhasil Membebaskan
• Klasemen Liga Italia Terbaru 21 Juli 2020, Juventus Makin Tancap Gas
Sebab, jika satu individu terinfeksi, berpotensi besar menularkan kepada keluarga di rumah, orang-orang di sekitarnya, orang yang berkontak erat dengan dirinya, lansia maupun orang dengan komorbid (penyakit bawaan).
"Protokol kesehatan adalah satu-satunyapegangan kita agar kita bisa aman dair penularna Covid-19. Dibutuhkan komitmen dan dilakukan terus-menerus," ucap dia.
Yuri menyebutkan, masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Senin (20/7/2020).