Jalan Rusak

Tampak Seperti Kubangan Kerbau, Kondisi Jalan Utama Penghubung 2 Desa di Tanjabbar

Kondisi jalan di Desa Makmur Jaya dan Desa Sungai Gebar Kecamatan Betara dan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kondisi jaloan pemerintah penghubung dua desa di Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabbar rusak parah. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Kondisi jalan di Desa Makmur Jaya dan Desa Sungai Gebar Kecamatan Betara dan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang 26 kilometer yang merupakan jalur utama dua desa ini, kini layaknya kubangan kerbau.

Setiap harinya jalan ini dilalui kendaraan roda dua dan roda empat membawa hasil pertanian dan barang dagangan. Para pengguna jalan yang menggunakan roda dua pun apabila melintas di lokasi tersebut, harus ekstra hati-hati untuk bisa melintas di jalan tersebut.

Seorang pengguna jalan, Yosef mengatakan kondisi jalan utama dua ini sangat menghambat aktivitas warga.
Ia menyebutkan, jalan utama ini saat musim hujan susah untuk dilalui, apalagi dalam kondisi licin dan berbatu koral dengan lubang menganga sering membuat pengguna jalan terjatuh, bahkan mobil yang melintas di jalan ini bisa terbenam di badan jalan.

"Sejak satu bulan ini jalannya mengalami rusak parah. Sudah seperti kubangan kerbau," katanya.

Dengan rusaknya jalan utama ini kata dia membuat para pengguna yang membawa dagangan dengan roda empat terpaksa harus bersabar. Dalam kondisi normal jalan menuju simpang dua Kecamatan Kuala Betara dan sebaliknya bisa bisa ditempuh dengan waktu dua jam.

Namun dalam kondisi rusak karena hujan seperti saat ini jarak tempuh perjalanan bisa memakan waktu tiga hingga enam jam,"ungkapnya.

Sementara itu, seorang pengendara Arif yang membawa barang dagangannya menuturkan bahwa sejak jalan dua desa ini mengalami kerusakan, dagangan yang dibawa menjadi terhambat dan pendapatan omsetnya pun menjadi berkurang.

"Kondisi jalan rusak omzet kita berkurang, biasanya kalau kondisi jalan normal pendapatan omset penjualan kita bisa Rp4 sampai Rp5 juta. Namun, bila jalan rusak seperti saat ini omset menurun pendapatan paling sekitar Rp 3 juta," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan yang sudah rusak ini, sehingga transportasi bisa menjadi lancar dan perekonomian masyarakat menjadi meningkat.

"Kalau bisa pemerintah kabupaten dapat segera memperbaiki jalan utama ini. Supaya kami yang berdagang melalui jalur jalan ini merasa nyaman dan lancar," sampainya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved