Berita Merangin

Merangin Punya Potensi Besar, Al Haris Minta Pemerintah Pusat Bangun Pabrik Khusus Ubi Jalar

Harapan itu sesuai dengan luasan lahan yang dimiliki oleh petani di Kabupaten Merangin. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Merangin Al Haris.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Bupati Merangin Al Haris saat meninjau aktivitas belajar di SMPN 4 Kabupaten Merangin, Selasa (14/7). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemerintah Kabupaten Merangin meminta kepada Pemerintah pusat untuk mendirikan pabrik khusus untuk mengelola ubi jalar.

Harapan itu sesuai dengan luasan lahan yang dimiliki oleh petani di Kabupaten Merangin. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Merangin Al Haris.

Menurut dia, Kabupaten Merangin memiliki sekitar 10 ribu hektare lahan yang bisa digarap untuk bercocok tanam ubi jalar.

VIDEO Hilangkan Jenuh saat Libur Bersama Keluarga, Taman Kongkow Berikan Kenyamanan Bernuansa Alam

Prosesi Lamaran di Boyolali Berujung Petaka, Puluhan Orang Positif Covid-19

Patah Lengan, Marc Marquez Kemungkinan Absen 2 Seri Balapan MotoGP 2020

Lahan-lahan tersebut berada dibeberapa Kecamatan, seperti Pamenang, Jangkat, serta Jangkat Timur.

Sekarang ini jelas bupati, para petani di Kabuapten Merangin sedang giat-giatnya bercocok tanam ubi jalar. Bahkan sebagian petani ada yang merubah dari tanaman lain dengan ubi jalar.

"Artinya Merangin mempunyai potensi besar sebagai kabupaten penghasil ubi jalar. Namun sekarang ini masih terkendala dengan harga yang rendah di tingkat petani," ungkap Haris saat mengikuti Rapimnas Assosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia (Asapuji) via Teleconfrence menggunakan Aplikasi Zoom Metting dari Aula Bappeda Merangin, Senin (20/7/2020).

Untuk itu, dirinya sangat berharap agar pemerintah Pusat bisa membantu mendirikan pabrik pengelolaan ubi jalar di Kabupaten Merangin. Disamping ongkos produksinya bisa turun, stok bahan baku juga melimpah dan penjualan ubi jalar dari petani bisa meningkat.

"Bercocok tanam ubi jalar itu sangat mudah dan gampang, tidak perlu bimbingan penyuluh lapangan. Selain itu tanaman ubi jalar di Merangin tidak mudah diserang hama dan hasilnya besar-besar dan melimpah," ungkapnya.

Untuk saat ini terang bupati, ada sekitar 500 hekter lahan ubi jalar yang siap panen. Ini belum termasuk lahan baru yang dibuka warga dan lahan tanaman lain yang diubah petani menjadi hamparan ubi jalar.

Bupati yakin bila ada peran Pemerintah Pusat, bercocok ubi jalar di Merangin ini bisa meningkatkan derajat kehidupan petani pasca anjloknya ekonomi masyarakat dampak Covid-19.

Sementara itu Ketua Asapuji Ahmad Joe Hara mengaku sangat kagum dengan Kabupaten Merangin, sebagai daerah penghasil ubi jalar. Potensi ubi jalar di Merangin itu jelasnya, akan memberikan kesejahteraan kepada para petani.

"Kami aspirasi kepada kepala daerah yang terus berjuang memberikan kesehteraan kepada masyarakatnya dan para petani ubi jalar," ujar Ahmad Joe Hara.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved