Breaking News:

Masyarakat Juga Butuh Refreshing, Sektor Pariwisata dan Perdagangan di Tanjabtim Mulai Membaik

Pasca pemberlakuan tatanan kenormalan baru, beberapa sektor ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menunjukan

Tribunjambi/Abdullah Usman
Salah satu obyek wisata di KTM Kecamatan Geragai Tanjabtim mulai beroperasi di masa new normal saat ini. Hampir setiap hari pengunjung berdatangan ke lokasi tersebut. 

TRIBUJAMBI.COM, MUARASABAK - Pasca pemberlakuan tatanan kenormalan baru, beberapa sektor ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menunjukan tren membaik. Diantaranya sektor pariwisata dan perdagangan.

Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Setda Tanjabtim, Awaludin enuturkan, pihaknya sudah mendata dan menerima beberapa laporan pergerakan sektor ekonomi masyarakat.

"Dengan diberlakukannya new normal ini. Yang jelas intinya, pergerakan ekonomi masyarakat baru memulai perekonomian yang baru (mulai mengalami perubahan-Red), sebut saja dari sektor pariwisata," ujarnya, Senin (20/7).

Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa tempat objek wisata di Kabupaten Tanjabtim mulai ramai dikunjungi. Seperti cafe, tempat rekreasi KTM dan sebagainnya. Para pengunjung juga tidak sedikit yang dari luar kabupaten, Jambi misalnya.

"Karena tidak dipungkiri dampak harus berdiam diri di rumah menimbulkan kejenuhan tersendiri, setelah new normal ini banyak masyarakat yang membutuhkan liburan sekedar refreshing," sebutnya.

Lanjutnya, selain sektor pariwisata sektor retribusi bahan pokok dan perdagangan juga mulai menunjukan tren membaik, atau menuju perubahan membaik lagi.

"Dari sektor perdagangan, baik harga jual juga mulai membaik terutama dari perkebunan. Juga bagi pedagang kelontong juga mulai menuju normal kembali," tambahnya.

Sementara itu sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan atau memonitor terkait sektor ekspor laut. Terutama dari perdagangan atau ekspor udang ketak yang paling lama mengalami dampak Covid-19.

"Sejauh ini pergerakan dari sektor perikanan memang belum termonitor di kita, kalau secara global mulai menata kembalilah seperti ekspor perkebunan dan lainnya," katanya.

"Untuk udang ketak memang belum ada laporan ke kita. Belum termonitor," pungkasnya.

Pemerintah berharap, di masa new normal saat ini masyarakat juga harus tetap mengedepankan protokoler kesehatan. Terutama bagi penggerak wisata, masyarakat yang melancong ataupun yang berjualan dagang di tempat wisata.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved