Human Interest Story

Sosok Jihan Nabila, Pejuang Pendidikan untuk Anak Jalanan di Kota Jambi

Di Kota Jambi sering kita melihat anak-anak yang menjadi pengamen, pemulung, penjual tisu di lampu merah.

Penulis: Nurlailis | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Aldino
Jihan Nabila Ketua Komunitas Bara Api. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI-Di Kota Jambi sering kita melihat anak-anak yang menjadi pengamen, pemulung, penjual tisu di lampu merah. Jumlahnya memang tidak sebanyak di kota besar seperti Jakarta namun keberadaan mereka cukup sering terlihat. Kemudian berpikir apakah mereka tidak sekolah?

Alasan ini lah yang membuat Jihan Nabila tergerak untuk mengikuti komunitas sosial. Ia merasa perlu untuk membantu mereka di bidang pendidikan.

“Saya pernah bertemu anak jalanan, dia bilang mereka sekolah tapi sambil jadi pemulung. Mereka udah kelas 4 SD tapi belum bisa lancar membaca. Akhirnya saya mencari komunitas yang bergerak dibidang sosial dan pendidikan itulah saya menemukan komunitas Bara Api,” ceritanya.

Tak Gunakan Masker, Anak Pulang Bawa Virus Corona hingga Sekeluarga Tertular, Bapak Paling Parah

Metode Baru Rapid Test di Inggris, Hasil Keluar Hanya Butuh 20 Menit

Bara Api merupakan singkatan dari Bersama Rangkul Anak Bermimpi, merupakan komunitas sosial pendidikan untuk anak-anak marginal dan jalanan di Kota Jambi. Komunitas ini telah terbentuk sejak 2013.

Jihan sendiri masuk komunitas tersebut pada 2017, saat dirinya masih kuliah semester 3.

Sudah tiga tahun bersama komunitas Bara Api Jihan mengaku sangat bersyukur karena bisa tergabung dalam komunitas yang bermanfaat bagi anak-anak jalanan dan marginal di Jambi.

Sejak kecil dirinya selalu mendapatkan pendidikan yang layak, tidak pernah merasakan sekolah sambil bekerja, sehingga melalui komunitas Bara Api ini membuatnya bersyukur.

“Masuk komunitas ini juga melatih tanggung jawab. Menjadi relawan dan tidak dibayar, namun bagaimana kita tetap komitmen untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak. Kalau ga ketemu anak-anak itu rasanya ada yang kurang,” ujarnya.

Sudah selama tiga tahun ia menjadi bagian dari Bara Api, ia tidak menyangka pada November 2019 terpilih sebagai ketua. Menurutnya ada yang lebih layak untuk menjadi ketua namun ia yang dipercaya untuk memimpin komunitas ini kedepannya.

Jual Makanan Ringan Omsetnya Sampai Ratusan Juta? Bisa Banget, Nih Simak

Salip China, Jumlah Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 84.882 Kasus, 43.268 Berhasil Sembuh

“Secara background saya bagian lapangan, tidak pernah jadi ketua di organisasi apapun. Bahkan di kampus juga tidak ikut organisasi. Kemudian dikasih amanat untuk jadi ketua ya aku harus mengemban tanggung jawab ini,” ungkapnya.

Saat ini kegiatan komuntias Bara Api tengah terhenti karena pandemi covid-19 dan ia berharap bisa segera kembali membina anak-anak kembali. (nurlailis)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved