Berita Internasional

Saat AS Dukung Negara ASEAN Akui Tiongkok Langgar Hukum di LCS, Beijing Diam-diam Lakukan Ini

Saat AS Dukung Negara ASEAN Akui Tiongkok Langgar Hukum di LCS, Beijing Diam-diam Lakukan Ini

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Nikkei Asian Review
Laut Cina Selatan 

TRIBUNJAMBI.COM - Keadaan di Laut China Selatan terus memanas beberapa bulan terakhir ini.

Pasalnya, Tiongkok mengklaim Laut China Selatan sebagai wilayah miliknya.

Namun, klaim tersebut terus menuai perdebatan dari negara-negara di Asia Tenggara.

Amerika Serikat akan mendukung negara-negara yang meyakini China telah melanggar klaim maritim mereka di Laut Cina Selatan.

Tandingi AS di Pasifik, China Bangun Dua Kapal Induk Canggih yang Baru

Kunci Sukses Bisnis, Bill Gates Beri Lima Tips Ini

Sikap Malaysia Terkait China di Laut China Selatan Jadi Sorotan

Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. (AFP)

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Namun hal itu akan dilakukan dalam forum multilateral dan dan dalam koridor hukum.

"Kami akan pergi menggunakan alat-alat yang kami miliki dan kami akan mendukung negara-negara di seluruh dunia yang mengakui bahwa China telah melanggar klaim wilayah hukum mereka," kata Pompeo seperti dikutip Reuters.

"Kami akan pergi memberi mereka bantuan yang kami bisa, apakah itu di badan multilateral, apakah itu di ASEAN, apakah itu melalui tanggapan hukum, kami akan menggunakan semua alat yang kami bisa," katanya.

Membanggakan, Ini Sosok Perwira TNI AU yang Lulus Sekolah Militer di Inggris dengan Nilai Memuaskan

Manfaatkan Kantor Sepi, Pak Kades Cabuli Mahasiswi 3 Kali, Ciumi Korban Penuh Nafsu

EKSKLUSIF Insentif Atlet PON Dipotong, Multivitamin Ditiadakan, Terimbas Realokasi Anggaran

Sementara itu, China merespon makin meningkatnya kehadiran AS di China dengan cara mendekati tetangganya di ASEAN.

Presiden China Xi Jinping mengatakan negaranya akan bekerja dengan Singapura untuk mengatasi gangguan agar bisa menjaga stabilitas regional.

Beberapa pengamat menilai hal ini bisa ditafsirkan sebagai pengingat yang halus untuk tidak memihak ketika Washington dan Beijing memperebutkan Laut China Selatan dan masalah lainnya, mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia.

Pernyataan itu, disampaikan kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melalui sambungan telepon, sehari setelah Washington menolak klaim teritorial Beijing di Laut China Selatan.

Wanita-wanita Sekeliling Rhoma Irama di Masa Lalu, Veronica hingga Ricca Rachim yang Cantik

Perubahan Angelina Sondakh Beda Dulu dan Sekarang, Ingat Wajah Cantiknya? Kini Bertani

Katalog Promo Alfamart 16-31 Juli 2020 - Produk Kecantikan, Paket Hemat Sembako, Minyak Goreng

Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015.
Kapal-kapal pengeruk Tiongkok terlihat di sekitar karang di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, dalam foto yang diambil oleh pesawat pengintai AS, Mei 2015. (REUTERS)

"Xi mengatakan bahwa hubungan bilateral berdiri pada titik awal sejarah baru, dan bahwa kedua belah pihak harus mengadakan perayaan dalam bentuk yang fleksibel dan beragam, sehingga dapat memperdalam dukungan publik untuk persahabatan mereka," tulis kantor berita negara China Xinhua.

"China siap bekerja dengan Singapura untuk mengatasi gangguan dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional," lanjutnya.

Kedutaan besar China di Singapura mengatakan Xi berbicara dengan Lee untuk memberi selamat kepadanya atas kemenangannya dalam pemilihan umum 10 Juli kemarin.

Di mana Partai Aksi Rakyat yang berkuasa mempertahankan cengkeraman kekuasaannya selama beberapa dekade.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved