Breaking News:

BPR Tanggo Rajo Bukan BUMD

DIREKTUR Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) , Muhammad Asril memberikan

Tribunjambi/Samsul Bahri
Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril tanggapi pernyataan anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - DIREKTUR Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) , Muhammad Asril memberikan tanggapan terhadap pernyataan dari Anggota DPRD, Syufrayogi Syaiful.

Asril menyebutkan bahwa BPR bukanlah masuk dalam BUMD karena menurutnya BPR dan BUMD suatu hal yang terpisah. Termasuk dalam sistem administrasi dan struktur organisasi hingga pertanggungjawabannya. Meskipun memang penyertaan modal berasal dari Pemerintah Daerah.

"BUMD terpisah masing-masing, usahanya juga masing-masing. Anggaran beda, payung hukum beda. Jadi BPR ini terpisah, jangan disamakan," ungkapnya, Kamis (16/7).

Sementara itu, Asril juga menyebutkan bahwa BPR dalam kondisi baik, bahkan memiliki banyak penghargaan. Seperti halnya penghargaan dari bidang keuangan yang dilakukan oleh BPR selama ini. Selain itu, Asril juga mengklaim bahwa NPL (Non Performing Loan) di bawah lima persen.

"Selama lima tahun terkahir, kondisi keuangan kita sangat sehat. Hasil audit tidak ada masalah juga, selain itu lima tahun berturut-turut angka kredit macet kita dibawah satu persen," ungkapnya.

"Kita setiap tahun dari tahun 2016 sampai sekarang memberikan divinden kepada pemerintah daerah. Itu bervariatif, ada sekitar Rp1 miliar dan 2019 kemarin itu Rp1,2 miliar," tuturnya.

"Jadi kita mau luruskan bahwa kita terpisah dengan BUMD. Jadi biar semua tahu, termasuk juga kontribusi kita ke daerah, dan penghargaan kita sebagai bukti bahwa kita bekerja," pungkasnya.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved