Breaking News:

Dirut BPR Tanggo Rajo Angkat Bicara Soal Pernyataan Dewan Tanjab Barat

Dirut BPR Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril tanggapi pernyataan anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar

Tribunjambi/Samsul Bahri
Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril tanggapi pernyataan anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril menanggapi pernyataan anggota DPRD Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful.

Asril Asril menyebutkan bahwa BUMD di Tanjabbar ada tiga yaitu BPR, PDAM, dan Jabung Sakti dimana ketiganya bergerak di bidang yang terpisah.

"BUMD ada tiga dan kita terpisah masing-masing, usahanya juga masing-masing. Anggaran beda, payung Hukum beda. Jadi BPR ini terpisah, jangan disamakan, dengan BUMD yang lain," ungkapnya, Kamis (16/7).

6 Bulan Bea Cukai Jambi Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp 3 Miliar Lebih

Jelang Pilkada Jambi 2020, Sudirman Ingatkan ASN untuk Netral

Sementara itu, Asril juga menyebutkan bahwa BPR dalam kondisi baik, bahkan memiliki banyak penghargaan. Seperti halnya penghargaan dari bidang keuangan yang dilakukan oleh BPR selama ini. Selain itu, Asril juga mengklaim bahwa NPL (Non Performing Loan) di bawah lima persen.

"Selama lima tahun terkahir, kondisi keuangan kita sangat sehat. Hasil audit tidak ada masalah juga, selain itu lima tahun berturut-turut angka kredit macet kita di bawah satu persen," ungkapnya.

Ini, kata Asril memberikan penjelasan dari pernyataan dewan yang menyebutkan bahwa BUMD tidak tau arah sistem kerjanya dan juga menjelaskan bahwa KPR terpisah dengan BUMD. Kata Asril tidak benar jika sistem kerja dan kontribusi BUMD yang dimaksud adalah BPR tidak memberikan kontribusi ke daerah.

"Kita setiap tahun dari tahun 2016 sampai sekarang memberikan dividen kepada pemerintah daerah. Itu bervariatif, ada sekitar Rp 1 miliar dan 2019 kemarin itu Rp1,2 miliar," tuturnya.

"Jadi kita mau luruskan bahwa kita terpisah dengan BUMD. Jadi biar semua tau, termasuk juga kontribusi kita ke daerah dan penghargaan kita sebagai bukti bahwa kita bekerja," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved