Warga Kesulitan Bangun Septic Tank di Kawasan Pesisir, Dinkes Tanjabtim Kenalkan Gentong Masantun

Pembuatan septitank di kawasan rawa menjadi salah satu faktor ODF di Tanjabtim rendah, Dinas Kesehatan berikan solusi dengan pembuatan septic tank.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Gentong Masantun di Kecamatan Mendahara Ulu, sebagai solusi untuk warga pesisir dalam pembuatan saptitank sesuai standar Kesehatan.  

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pembuatan septitank di kawasan rawa menjadi salah satu faktor ODF di Tanjabtim rendah, Dinas Kesehatan berikan solusi dengan pembuatan septic tank Gentong Masantun. 

Faktor geografis dan kondisi wilayah pesisir, yang kerap menjadi penyebab warga enggan membangun saptitank. Selain lokasi wilayah yang susah juga memerlukan biaya cukup besar.

Terkait hal tersebut, Dinas kesehatan Tanjabtim telah memberikan solusi bagi masyarakat, diantaranya dengan memperkenalkan septic tank gerakan tolong masyarakat sanitasi tuntas (Gentong Masantun).

Banyak Jamban di Pinggir Sungai, Buktikan Jumlah ODF di Tanjabtim Masih Rendah

12 Petugas Pemilu di Merangin Reaktif Rapid Test, Begini Langkah Cepat KPU Merangin

Gadis di Tungkal Jambi Ini Viral Setelah Menangkan Hadiah Mobil Milik Baim Wong, Lihat Sosoknya

"Di Tanjabtimur sendiri, beberapa Desa telah mencoba menerapkan penggunaan gentong masantun tersebut. Diantaranya di Desa Sinar Wajo, Pematang Rahim dan Desa Sungai Beras di Kecamatan Mendahara Ulu," ujar Kabid Seksi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olahraga. Ade Rinaldo Skm, melalui fasilitator STBM Dinkes Arifin.

Lanjutnya, septic tank dengan menggunakan bahan baku drum tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dan efektif, terlebih bagi kawasan pesisir yang kerap terendam oleh air pasang.

"Bahanya cukup menggunakan paralon, Drum bisa drum bekas tidak harus baru namun masih tertutup. Dan dibuatkan kedudukan yang paten bagi Gentong Masantun tadi," jelasnya.

"Meski murah, tapi ramah lingkungan dan sesuai standar kesehatan," tambahnya.

Dimana untuk septic tank gentong masantun sendiri, sudah dicoba sejak tahun 2019 di Tiga Desa tadi. Dan hingga saat ini berjalan bagus dan tidak menimbulkan kendala. Harapannya Desa Desa pesisir lain dapat mencontoh dan menerapkan.

Lanjutnya, untuk daya tampungnya diprediksi dapat menampung tinja rumah tangga hingga Lima tahun kedepan bahkan lebih tergantung jumlah penghuni rumah. 

Selain itu dalam pengoperasinnya, juga sudah dilengkapi dengan sanitasi dan penyaringan alami serta kaporit. Sehingga tinja yang telah lama terendap akan menggumpal menjadi semacam tanah mengeras dan dapat digunakan untuk pupuk.

"Jadi tidak perlu menggunakan jasa sedot WC lagi, cukup menggunakan cangkul saja untuk dikurasnya dan tidak menimbulkan bau lagi," pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved