Jalan Rusak

Jalan Kampung Pun Ikut Rusak, Jalan Menuju Situs Rangkayo Hitam Segera Diperbaiki

Jalan lintas provinsi di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang mengalami kerusakan, tahun ini segera mendapat

tribunjambi/abdullah usman
Kondisi jalan Provinsi di Kecamatan Berbak, kondisinya memprihatinkan. Jalan tersebut merupakan akses menuju situs pemakaman Rangkayo Hitam. Tahun ini Jalan sepanjang 3,5 Km tersebut akan dibangun dengan kelas B. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Jalan lintas provinsi di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang mengalami kerusakan, tahun ini segera mendapat perbaikan.

Jalan provinsi sepanjang 3,5 KM, tercatat dari Simpang Empat Polsek hingga jembatan Berbak tersebut memang kerap menjadi langganan kendaraan terutama roda empat yang terpuruk.

Mengingat, kondisi jalan yang masih berupa hamparan tanah kuning tersebut saat diguyur hujan akan menyebabkan jalan becek dan lengket. Tak jarang kendaraan yang melintas terjebak.

"Sudah lamo hancur kayak gini ni. Apolagi kalau hujan otomatis dak biso dilewati. Sering ado truk samo mobil pendatang terpuruk di sini," ujar Slamet, warga setempat, Minggu (12/7).
Menurutnya, kebanyakan warga lebih memilih jalur alternatif (jalur perkampungan) untuk menghindari terjebak.

Namun, saat ini kondisi jalan tersebut juga mulai hancur.

Kondisi jalan Provinsi di Kecamatan Berbak, kondisinya memprihatinkan. Jalan tersebut merupakan akses menuju situs pemakaman Rangkayo Hitam. Tahun ini jalan sepanjang 3,5 Km tersebut akan dibangun dengan kelas B.

Camat Berbak M Yani, saat dikonfirmasi menjelaskan, jalan provinsi yang menuju Situs Rangkayo Hitam tersebut memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

"Alhamdulillah, tahun ini jalan tersebut akan diperbaiki oleh pihak provinsi. Dengan pengerasan atau jalan tipe B," ujarnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya bersama Dinas PUPR Provinsi Provinsi Jambi sudah turun langsung dan melakukan pengecekan bersama pihak perusahaan yang akan mengerjakan. Untuk melakukan pematokan dan pengukuran jalan.

"Terkait pembangunannya kita sepakati, untuk lebarnya hanya 7 meter saja. Sedikit berkurang dari lebar jalan yang ada saat ini, karena ada pemangkasan biaya Covid-19 saat ini," jelasnya.

"Sesuai kesepakatannya, awal Juli ini sudah dimulai pengerjaannya. Hanya saja, saat ini masih terkendala pasokan batu saja," sambungnya.

Penjaga Makam Rangkayo Hitam, Ismail (43) mengatakan, kondisi kawasan makam yang mulai memprihatinkan seperti saat ini memang butuh penanganan yang cepat dari pihak terkait.

Alasan pengurangan lebar jalan tadi, pertimbangannya bisa dialihkan untuk panjang jalan.  Jadi pembangunannya tidak melebar namun bisa panjang.

"Selain itu kita minta juga kalau bisa jalannya juga ditinggikan untuk menghindari tergenang saat banjir," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved