Rabu, 15 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Nikmati Keindahan Alam Negeri di Atas Awan ala Bukit Tabalao Kabupaten Bungo

Warga menamai Bukit Tabalao ini karena di puncak bukit ini terlihat awan yang tebal. Sehingga dinamakan dengan nama itu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/darwin
Bukit Tabalago di Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Nikmati prosesnya, kan kau temukan indahnya alam Negeri Diatas Awan.

Ungkapan itu sebagai penyemangat tribuners bila ingin menikmati pemandangan alam bang indah di Bukit Tabalao, Dusun Timbolasi, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo.

Warga menamai Bukit Tabalao ini karena di puncak bukit ini terlihat awan yang tebal. Sehingga dinamakan dengan nama itu.

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Sekolah di Empat Daerah Zona Hijau yang Buka Senin 13 Juni 2020

Berlaga di Piala Asia, Timnas U16 Indonesia Pilih Negara Ini Jadi Lawan Laga Uji Coba Internasional

Sikap Tak Biasa Wartawan Metro TV yang Ditemukan Tewas, Sang Ibu Sebut Seperti Ada yang Mengganjal

Viralnya pemandangan tersebut berawal dari postingan salah satu warga yang memposting di salah satu akun media sosial saat matahari terbit.

Tentu hal itu membuat masyarakat Bungo dan kabupaten tetangga beramai ramai berkunjung ke lokasi yang berjarak 55 kilometer dari Kota Muara Bungo.

Safwan, Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Bathin III Ulu saat di puncak Bukit Tabalao mengungkapkan bukit tersebut dibuka saat bulan puasa 2020 lalu.

Dia mengatakan awalnya pembukaan jalan hingga puncak tersebut untuk akses jalan petani yang dibuka oleh pihak desa.

"Awalnya pihak desa buka jalan akses para petani angkut hasil, saat sampai puncak ternyata ada keindahan yang luarbiasa," katanya.

Namun nyatanya bukit tersebut menyimpan keelokan disaat sun rise dan sunset. Hingga saat ini telah banyak pengunjung yang menapakkan kaki di puncak 356 MDPL itu.

"Saat hari libur bisa membludak pengunjung, bisa mencapai 500 hingga 700 orang yang mendaki," ungkapnya.

Sangkin penasaran, Husein Alkhabsyari seorang pengunjung kepada Tribunjambi.com mengungkapkan demi menemukan panorama yang indah itu, dia rela mendaki hingga dua kali.

Pendakian pertama, keindahan yang diinginkan tidak muncul disebabkan cuaca yang tidak mendukung.

"Penasaran, ingin melihat dan mengabadikan momen berada di negeri diatas awan. Ini yang kedua kalinya, sebelumnya sempat gagal karena cuaca yang kurang bagus," ungkapnya.

Meski telah dua kali mendaki namun perjuangannya tidak sia sia, sebab dia merasa puas dengan menikmati alam ciptaan Tuhan.

"Luar biasa, cukup mengejutkan. Pemandangannya luar biasa untuk ketinggian segini," ungkapnya.

Menggapai puncak, pengunjung harus mempersiapkan tenaga yang cukup. Sebab meski hanya sekitar 45 menit mencapai puncak cukup menguras tenaga. Bahkan peluh sebutan keringat bagi warga sekitar bercucuran saat mendaki. (Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved