Dua Tentara Brunei Pingsan Saat Digembleng Kopassus, Namun Hasilnya Bikin Malaysia Geleng-geleng!
Anggota Kopassus Sertu Pardal yang mempunyai kemampuan istimewa dipercaya menjadi pelatih menembak mendapat kepercayaan melatih menembak di Brunei.
TRIBUNJAMBI.COM - Prajurit Satuan Komando Pasukan Khusus ( Kopassus ) memang banyak menelurkan kisah heroik setiap misisnya.
Tak hanya itu, Prajurit Kopassus juga sering menghasilkan tentara hebat dari negara asing yang dilatihnya.
Setiap tahunnya, kerjasama antar militer negara di Asia Tenggara terus terjadi. Misalkan saja saling bertukar ilmu dalam mendidik suatu pasukan.
Indonesia sering jadi mentor negara-negara lain dalam memberi pengajaran dalam teknik penguasaan senjata dan taktik.
Banyak tentara asing datang ke Indonesia untuk berguru dengan beberapa pasukan elite TNI.
• Terjepit di Pinggir Jurang, Pasukan Kopassus Habis-habisan, Suparlan Korbankan Diri hingga Meninggal
• Dikira Burung Raksasa oleh Suku Pedalaman, Kisah Kopassus Mencari Putra Miliarder AS yang Hilang
• Sempat Dapat Penolakan, Orang Belanda Ini Jadi Komandan Kopassus Pertama, Inilah Sosok Idjon Djanbi
Prestasi membanggakan pernah ditorehkan oleh Anggota Kopassus yang berhasil menjadi pelatih menembak untuk Tim Rifle di Brunei Darussalam.
Anggota Kopassus Sertu Pardal yang mempunyai kemampuan istimewa dipercaya menjadi pelatih menembak mendapat kepercayaan melatih menembak di Brunei.
Awalnya tentara Brunei meminta TNI mengirimkan anggotanya untuk melatih tentara mereka dan Sertu Pardal ditunjuk menjadi komandan pasukan TNI yang dikirimkan ke Brunei Darussalam.
Mulai Februari hingga November 2013, Sertu Pardal menggembleng tim yang akan diterjunkan dalam ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) tersebut.
Pelatihan yang diterapkan oleh Sertu Pardal ternyata diluar batas kemampuan dari tentara Brunei Darussalam, bahkan tentara negeri penghasil minyak tersebut banyak diantaranya yang pingsan mengikuti kerasnya pelatihan yang dilakukan Sertu Pardal.
Seperti diketahui Kopassus merupakan satu diantara pasukan elite yang dimiliki oleh TNI.
Kemampuan prajurit pilihan ini tak diragukan lagi, anggota Kopassus punya kemampuan menembak yang sangat amat baik dan diatas rata-rata.
Urusan menembak merupakan men latihan sehari-hari bagi anggota Kopassus.
Anggota Korps baret merah sangat terlatih dan punya kemampuan menembak yang sangat tinggi.
Tak hanya sekali Kopassus sudah mengirimkan anggotanya untuk melatih menembak di Brunei Darussalam.
Saat Satuan Penanggulangan Teror atau Sat 81 Gultor Kopassus menjadi tuan rumah Kejuaraan Menembak dalam rangka HUT Kopassus ke 63 bulan April lalu, calon pelatih nembak yang siap diberangkatkan ke Brunei itu hadir dalam Kejuaraan Menembak yang diadakan Sat Gultor.