Selasa, 19 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Teliti Soal ISIS dan Kelompok Militan yang Didukung Iran, Pakar Ini Ditembak

Sepekan sebelum ditembak mati, al-Hashimi mengatakan bahwa dia menjadi target kelompok militan yang didukung Iran. Anggota keluarga mengaku mendengar

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Twitter/of_crowned   Ilustrasi ISIS 
Ilustrasi ISIS 

TRIBUNJAMBI.COM, BAGHDAD - Seorang ahli terorisme asal Irak, Hisham al-Hashimi, tewas ditembak oleh pengendara bermotor dengan senjata api.

Pakar ISIS tersebut ditembak pada Senin (6/7/2020) di rumahnya di kawasan Zeyouneh, Baghdad, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Senin.

Sepekan sebelum ditembak mati, al-Hashimi mengatakan bahwa dia menjadi target kelompok militan yang didukung Iran.

Anggota keluarga mengaku mendengar bunyi tembakan di luar rumah.

Setelah dibawa ke rumah sakit, dia dinyatakan tewas.

Daftar Tempat Makan Sekitar Kampus ITB Bandung yang Murah dan Enak, Bubur hingga Martabak

Gagal Menikah dengan Sahrul Gunawan dan Pilih Karyawan Bank, Artis ini Rela Tak Makan Nasi Demi Ini

Al-Hashimi adalah ahli terorisme yang sering muncul di media-media Irak.

Karena keahliannya tersebut, dia sering dicari pejabat pemerintah, jurnalis, dan peneliti.

Dia menjadi terkenal saat menjadi ahli dalam pekerjaan melawan ISIS dan bahkan memberikan saran untuk pihak koalisi yang bertempur dengan kelompok militan itu.

Setelah ISIS tumbang, dia mengalihkan perhatian kepada milisi yang didukung Iran, yang sebelumnya membantu mengalahkan ISIS.

Kelompok milisi ini memiliki pengaruh yang besar di Irak dan al-Hashimi merupakan pengkritik yang paling vokal.

Berita pembunuhan al-Hashimi beredar sangat cepat.

Para peneliti, jurnalis, dan tokoh-tokoh penting mengucapkan berduka cita. Kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak, Jeanine Hennis-Plasschaert, mengaku terkejut atas kematian al-Hashimi.

Potret Laudya Cynthia Bella Terbaru Usai Kini Resmi Jadi Jandanya Engku Emran, Temui Raffi dan BBB

Ramalan Zodiak Cinta 8 Juli 2020, Cancer Sepertinya Berjalan Baik, Leo Wajib Mengesampingkan Ego

Melalui Twitter, dia meminta pemerintah Irak menemukan pelaku pembunuhan dan segera menyeretnya ke pengadilan.

Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Irak, Stephen Hickey, mengaku sangat terpukul dan sedih atas kematian al-Hashimi.

Seorang peneliti dari Irak, Fanar Haddad, mengatakan al-Hashimi adalah orang yang sangat cerdas dan merupakan seorang pria sejati.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved