Polisi Buru Komplotan Perampok Toko Emas Sinar Gemilang di Kota Jambi, Emas 2 Kg Raib

Tribunjambi/Aryo
Toko emas di Pasar Villa Kenali, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi dirampok. Warga Mayang Mangurai dikejutkan suara tembakan, Senin (6/7/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Satu hari paska perampokan toko emas Sinar Gemilang, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Jambi terus buru komplotan perampok bersenjata api (Senpi).

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Dover Christian mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih mengumpulkan sejumlah petunjuk guna melacak keberadaan komplotan perampok yang berhasil menggasak 2 Kg emas senilai Rp 2 Miliar dari toko milik Jon tersebut.

Pihaknya juga masih mendalami motif dari komplotan perampok yang nekat tersebut.

"Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motifnya," kata Dover, Selasa (7/7) siang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Suhardi Hery Haryanto menuturkan, paska insiden perampokan pihaknya terus memburu pelaku.

"Kita masih kejar terus, mohon doanya agar segera kita tangkap," kata Suhardy.

Perampokan Toko Emas di Jambi, Pemilik Toko Diberondong Sepuluh Tembakan, 2 Kg Emas Raib

Antisipasi Karhutlah, DLH Tanjabtim Temukan Sarpras 21 Perusahaan Tak Sesuai Aturan Kementan

Sebelumnya, masyarakat Kota Jambi dihebohkan dengan aksi komplotan perampok bersenjata api yang menggasak toko emas di kawasan Jalan KH Ismail Malik, Pasar Villa, Kenali, Mayang Mangurai, Kota Baru, Senin (6/7) siang.

Akibatnya, 2 Kg emas senilai Rp 2 Milliar berhasil digasak pelaku yang berjumlah 4 orang, menggunakan sepeda motor.

Dari keterangan Jon, keempat pelaku menggunakan senpi. Pada saat kejadian, pelaku mengelurakan 10 kali tembakan, hingga seorang ayah dan anaknya mengalami luka dari serpihan peluru nyasar.

Wicaksono dan anaknya yang berusia 10 tahun mengalami luka akibat serpihan peluru nyasar. Wicaksono sendiri mengalami luka di mata kaki bagian kiri, sementara anaknya menagalami luka dipelipis bagian kanan.

Pada saat kejadian, Wicaksono mengaku sedang makan siang, namun tiba-tiba dirinya mendengar suara tembakan, dan spontan melihat kaki dan pelipis anaknya telah mengeluarkan darah.

"Saya lagi makan, kaget dengar tembakan, dan lihat kaki sudah berdarah. Saya mau kejar, isteri saya nahan," kata Wicaksono saat ditemui di lokasi.

Dia menjelaskan, pelaku juga sempat menodongkan senpi kepadanya, beruntung sang isteri menariknya langsung ke dalam ruko atau warung jualannya.

DPRD Muarojambi Usulkan Anggaran GSL Ditambah, Kadis PUPR: Idealnya Rp 10 Miliar

9 SAD Masuk Islam, Bupati Merangin Al Haris: Kita Berharap yang Lain Dapat Hidayah

Sementara itu, dari keterangan pedang, insiden penembakan tersebut terjadi saat adik pemilik toko mas yang dirampok berlari ke arah warung untuk menghindar.

Pada saat itu, pelaku melakukan penembakan lalu mengenai meja, pintu ruko sebelum serpihan peluru mengenai Wicaksono dan anaknya.

"Setau saya, adik dari pemilik toko lari kesini, menyelamtkan diri, disitu lah ada tembakan," kata warga yang tidak ingin disebut namanya.

Di lokasi, meja yang digunakan Wicaksono untuk berjualan pisang tampak berlubang bekas peluru, hingga menembus pintu rolling door rukonya.

Bagian mata kaki wicaksono dan pelipis kanan anaknya tampak masih diperban, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis.