Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

9 SAD Masuk Islam, Bupati Merangin Al Haris: Kita Berharap yang Lain Dapat Hidayah

Sembilan orang Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin masuk Islam, Senin (6/7) malam.

Tayang:
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Sembilan orang Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin masuk Islam, Senin (6/7) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Sembilan orang Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin masuk Islam, Senin (6/7) malam.

Pengucapan dua kalimat syahadat sembilan SAD tersebut dilakukan di rumah Kades Desa Nalo Gedang, Zuhadi. 

Prosesi pengislaman SAD tersebut dipimpin langsung oleh ketua MUI Kabupaten Merangin Dr Joni Musa bersama Bupati Merangin Al Haris.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, sembilan anak SAD juga diberi nama Islam yakni Abdurrahman Efendi, Abdurrahim Kembar, Abdul Rozak Ambul, Sholeh Tanga, Fatimah Vivi, Eva Solehah, Budi Abdul Fattah, Ganang Zainudin dan Muhammad Supri.

Isu Presiden Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet Mencuat, Begini Sikap Prabowo Subianto dan Airlangga

Pupus Harapan Untuk Jadi CPNS, Pemerintah Pastikan 2020 dan 2021 Tidak Ada Penerimaan Pegawai

Tempuh 19 Mil Hanya Dalam 7 Menit, Ini Fakta Kereta Peluru Baru Jepang, Bisa Lari Dari Gempa

Ketua MUI Merangin Dr Joni Musa mendoakan agar anak-anak SAD tersebut istiqomah dan menjadi Islam yang taat, menjadi muslim yang baik dan menjadi teladan di tengah komunitas mereka.

 "Mereka ini butuh perhatian kita semua, semoga yang lainnya juga diberikan hidayah. Tentu ini menjadi sejarah besar karena barang siapa yang mengislamkan orang laki maupun perempuan maka wajib baginya surga," kata Joni.

Sementara itu, Bupati Merangin Al Haris usai mengislamkan sembilan anak SAD mengaku sangat bangga dan bersyukur atas hidayah yang diterima keturunan Temenggung Karim tersebut.

 "Saya, ketua MUI dan warga di sini (Nalo Gedang) menerima anak-anak kita dari SAD dengan hidayah Allah memeluk agama Islam dipimpin ketua MUI membacakan dua kalimat syahadat, saya tentunya sangat berbahagia," kata Al Haris.

Al Haris menyebutkan akan memberikan bimbingan ilmu agama dan berharap anak-anak SAD yang baru mualaf tersebut menjadi muslim yang taat.

"Insnya Allah kita membimbing dan mendidik mereka bagai mana mendidik anak Merangin lainnya. Mereka harus dibekali ilmu agama dan saya harap masyarakat membantu kami jika ketemu dijalan tegur mereka. Saya minta petugas kesehatan menyunat mereka," ujarnya.

 "Mereka harus ada tempat mengaji, sekolah dan berbaur dengan masyarakat, semoga ada yang hafiz. Karena sudah ada anak-anak SAD yang di pesantren umur enam tahun sudah khatam Alquran dan saat ini belajar hafiz. Kita juga berharap yang lainnya juga mendapat hidayah," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Haris juga mengapresiasi Pemdes Nalo Gedang dan Camat Nalotantan yang sudah memfasilitasi anak-anak dari SAD memeluk Islam.

Penerimaan CPNS 2020 dan 2021 Dipastikan Tidak Ada, Ini Alasan Dari Pemerintah

Miniatur Sepeda Buatan Pemuda Karawang Ini Mendua, Pebalap Alex Marquez Pun Ikut Memesan

"Alhamdulillah orang tuanya setuju anaknya Islam. Dunia terus berkembang, ilmu terus berkembang dan teknologi juga berkembang dak mungkin selamanya mereka di rimba. Semoga niat masuk Islam untuk merubah diri agar lebih baik lagi," sebut Al Haris.

Sementara itu Temenggung Karim mengatakan tidak ada paksaan terhadap sembilan keturunannya mengucapkan dua kalimat syahadat, meski dirinya belum memeluk agama Islam.

"Ya mereka mau masuk Islam. Saya tidak masalah," kata Temenggung Karim.

Selain Bupati, Ketua MUI, Camat Nalotantan dan Kades Nalo Gedang, pengislaman sembilan anak SAD juga disaksikan warga setempat.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved