Breaking News:

Positif Corona Jambi 120

Sekolah di Tiga Zona Hijau Provinsi Jambi Sudah Boleh Dibuka, Ini Yang Harus Disiapkan Sekolah

Di Provinsi Jambi sendiri saat ini ada tiga zona hijau yang ditetapkan oleh tim gugus pusat.

Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Zulkifli
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Syahran, saat diwawancarai Tribunjambi.com, Senin (9/3/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembolehan belajar mengajar tatap muka siswa di kelas untuk daerah zona hijau Covid-19.

Di Provinsi Jambi sendiri saat ini ada tiga zona hijau yang ditetapkan oleh tim gugus pusat.

Ketiga daerah itu adalah Kabupaten Kerinci, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Tebo.

Jasa Raharja Sigap Serahkan Santunan Korban Laka Lantas Bus Rapi di Sekernan

BREAKING NEWS, Kasus Corona di Jambi Jadi 120 Pasien Positif Covid-19 & 81 Pasien Sembuh dari Corona

Bendungan Gila Di China, Sandaran Listrik Sampai Ada Isu Monster di Dalamnya, Ini Deretan Faktanya

Menanggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Sahran mengatakan pada prinsipnya pihak Disdik nantinya tetap menyerahkan ke tim gugus derah masing-masing untuk menetapkan tatap muka siswa di sekolah di daerah masing-masing.

Jadwal masuk sekolah sendiri akan dimulai pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang bertepatan dengan tahun ajaran baru 2020/2021.

"Ini untuk Kabupaten zona hijau dulu, kalau daerah tidak Keberatan, karena kabarnya Kerinci masih keberatan, karena daerah Sungai Penuh di tengah belum hijau," sebut Sahran, Minggu (5/7/2020).

Sahran juga mengatakan, jika ada orang tua yang tidak berkenan atau keberata melepaskan anaknya untuk masuk sekolah, maka hal itupun diakomodir dan tidak langsung dianggap alpa.

Persiapan pelaksanaan belajar di kelas sendiri perlu dilakukan berbagai persiapan, di antaranya penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah. Penyiapan pengukur suhu tubuh dan perlengkapan cuci tangan disetiap kelas.

"Anak-anak yang suhu tubuhnya tinggi di atas rata-rata tidak diperkenankan mengikuti belajar di kelas," tambahnya.

Kemudian guru-guru yang berumur 50 tahun ke atas tidak diperkenankan mengajar. Selain itu kantin sekolah juga tidak dibuka dulu. Para siswa diimbau untuk membawa bekal masing-masing ke sekolah.

"Kita juga mempersiap sistem belajar siswa itu pakai shif, secara bergantian," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved