Breaking News:

Hasilkan Puluhan Kilo Ikan, Warga Kerinci Bantah Ahan Rusak Ekosistem Sungai

Ahan (komponen perangkap ikan) di aliran Sungai Batang Merangin, ternyata hasilnya cukup menjanjikan.

IST
Warga memperlihatkan hasil tangkapan ikan dengan menggunakan Ahan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Ahan (komponen perangkap ikan) di aliran Sungai Batang Merangin, ternyata hasilnya cukup menjanjikan. Satu unit Ahan bisa mendapatkan ikan hingga 30 kilogram.

Hal ini terlihat saat nelayan asal Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman dan sekitarnya panen, Jumat (3/7). Nelayan terlihat sangat bahagia melihat hasil tangkapan ikan dengan menggunakan Ahan cukup banyak.

"Menangkap ikan menggunakan Ahan ini biasa kita lakukan satu minggu sekali," ujar Marnus (45).

Alhamdulillah sebutnya, hasil tangkapan ikan mereka semakin meningkat. Untuk sekali panen dari Ahan bisa 10 sampai 30 kilogram ikan.

"Hasilnya bervariasi, 10 sampai 30 kilo untuk satu Ahan. Itu kita panen seminggu sekali," sebutnya.

Warga Kerinci Tersinggung Terima Surat dari Sekda, Tolak Pembongkaran Ahan Alasan Tidak Logis

Masuki Puncak Musim Kemarau, Api Mulai Muncul di Kumpeh Muarojambi

Jambi Siaga Darurat Karhutla, 5.700 Personel Disiapkan untuk Padamkan Api

Disinggung bahwa pemerintah daerah meminta agar Ahan tersebut dibongkar karena meruskan ekosistem. Dengan tegas Marnus mengaku menolak perintah tersebut.

"Jadi lingkungan mana yang kami rusak seperti yang disebutkan oleh Sekda Kerinci," cetusnya balik bertanya.

Senada tokoh pemuda setempat, Andi Surmada (26) mengatakan bahwa Ahan warga hasilnya semakin meningkat. Ia juga menyebut bahwa Ahan tersebut sama sekali tidak merusak lingkungan.

"Kami betul-betul heran, apa yang dikatakan pemerintah daerah bahwa Ahan yang kami buat merusak lingkungan. Padahal boleh lihat sendiri panen ikan kami meningkat dari biasa dari hasil Ahan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa pemerintah Kabupaten Kerinci mengeluarkan himbauan melalui surat tertanggal 23 Juni 2020. Di surat tersebut menyebutkan, bahwa saat ini marak masyarakat membangun Ahan di Sungai Batang Merangin. Sehingga menyebabkan rusaknya lingkungan hidup dan ekosistem.

Untuk itu masyarakat diminta membongkar secara suka rela Ahan yang telah dibangun di Sungai Batang Merangin. Melarang masyarakat membangun Ahan di Sungai Batang Merangin sampai dengan batas waktu yang akan dikonfirmasi lebih lanjut.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved