Bahaya Konsumsi Mie Instan hingga Cara Aman Agar Terhindar dari Penyakit Menurut Ahli!
Bagi anak kos, keberadaan mie instan seakan menjadi menu wajib di akhir bulan meskipun penganan ini kerap dianggap tak sehat.
TRIBUNJAMBI.COM - Bagi anak kos, keberadaan mie instan seakan menjadi menu wajib di akhir bulan meskipun penganan ini kerap dianggap tak sehat.
Cara penyajian yang simpel, serta rasa yang lezat membuat banyak orang memilih mie instan sebagai menu wajib.
Sayangnya, mi instan selalu diklaim sebagai penyebab sejumlah penyakit.
• CATAT! 6 Kejadian yang Akan Dialami Seseorang Sebelum Meninggal, Ambigu sampai Nyaman
• Gunakan Taring Babi sebagai Ancaman, Dua Pemuda di Tegal Leluasa Memperkosa Bocah Belia
Menurut spesialis penyakit dalam Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, mi instan memang selalu dituduh sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan pencernaan, terutama saluran pencernaan atas.
Menurutnya, gaya hidup juga turut menentukan kondisi kesehatan pencernaan kita.
Selain itu, jumlah mi instan yang kita konsumsi juga tidak boleh berlebihan agar tidak mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan.
"Saya juga pernah mendengar cerita tentang orang tua yang mengonsumsi mi instan lalu mengalami stroke. Lagi-lagi mi instan disebut sebagai penyebabnya," tambahnya, saat sesi live instagram pada Selasa (30/6/2020).
• Terbuai Janji Manis, Siswi SMP Berkali-kali Bercinta dengan Kenalan Facebook yang Ngaku Polisi
• Waktunya Mengerjakan Puasa Senin Kamis, Begini Niat dan Tata Cara Mengerjakannya
Efek samping konsumsi mi instan berlebihan
Menurut Ari, satu bungkus mi instan mengandung sekitar 380 kalori.
Jika di total dengan bahan tambahan lain yang dikonsumsi bersama mi, dalam satu kali makan kalori yang masuk ke tubuh bisa mencapai 600 kalori.
"Itu hanya kalori dalam sekali makan. Jika kita mengonsumsinya terlalu banyak, asupan kalori yang masuk ke tubuh memang juga tinggi," ucapnya.
Melansir laman Healthy Eating, asupan kalori yang terlalu tinggi bisa membuat kita berisiko mengalami gangguan kardiovaskular, diabetes, gangguan kognitif, dan osteoartritis.
Selain itu, kandungan lemak dalam mi instan sangat tinggi dan jumlah proteinnya pun sangat rendah.
Jadi, dari komposisi nilai gizi mi instan tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan.
Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, kita juga berisiko mengalami kekurangan nutrisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/mie-instan_20180122_164652.jpg)