Perekonomian Jambi saat Corona

UMKM di Jambi Mulai Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jambi mulai bangkit dan dapat memproduksi kembali setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Tribunjambi/Fitri Amalia
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jambi mulai bangkit dan dapat memproduksi kembali setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jambi mulai bangkit dan dapat memproduksi kembali setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Hal ini juga yang dirasakan oleh Rini Safitri, Founder Nekno Kreatif Community. Dia juga satu di antara pelaku UMKM di Kota Jambi yang turut merasakan dampak dari virus corona. Dia mengatakan, dampak luar biasa dirasakan bagi UMKM, apalagi untuk pelaku UMKM yang tidak siap dalam kondisi seperti ini.

Usaha kopi yang dijalankan Nekno Kreatif Community bekerjasama dengan Rumah Kito Resort yang sempat tidak berjalan karena pandemi Covid-19. Akhirnya Rini meminta izin ke Rumah Kito Resort untuk menyediakan ruang untuk Pojok UMKM dan dapat menjual kopinya dalam bentuk kemasan.

Ini Jadwal Tes SKB CPNS Tebo, Cek Lokasinya di Sini

Disdik Sarolangun Bentuk Tim Khusus, Materi Narkoba Jadi Bahan Ajar Sekolah

Pilkada di Tengah Pandemi, Bawaslu Jambi Asuransikan Petugas hingga Dua Kali Lakukan Rapid Test

"Itulah juga gunanya kita (pelaku UMKM) banyak di medsos, banyak membaca, jadi bisa berkreasi, bisa berkreasi," kata Rini.

Menurutnya, sebagai pelaku UMKM harus kuat dalam menghadapi cobaan ini dan terus kreatif dan melakukan kolaborasi.

"Kembali ke daya juang UMKM sendiri. Kalau saya berprinsip sebagai UMKM khususnya, kita dalam hal apapun harus kuat. Inilah yang kita minta UMKM kreatif dalam menyikapi, karena kreatif itu aksi dan Inovasi solusinya," ujarnya, Senin (29/6/2020).

Di masa new normal saa ini Rini dan kawan kawan juga berusaha untuk bangkit dan menjual dengan mengkolaborasikan produk produk yang ada.

"Kalo produksi, InsyaAllah kalo kopi sendiri mulai Juli karena baru panen, kalo teman teman yang kuliner lain kayaknya sudah mulai bangkit, tapi kita coba mensiasati dengan kreativitas dan menjual dengan cara dikombinasikan, misal kopi dijual dengan keripik singkong," ucapnya.

Nurma, owner dari Keripik Slawi Ayu mengatakan, produk produknya mulai diminta lagi untuk mengisi kembali beberapa supermarket di Kota Jambi. Walaupun belum dapat memproduksi sebanyak hari biasanya.

Permintaan masuk mulai masuk di awal bulan Juni lalu, setelah sempat dua bulan tidak ada pesanan ataupun permintaan yang masuk.

"Sebelum lebaran juga mulai meningkat permintaan, awal Juni lalu itu ada permintaan untuk mengisi etalase lagi satu di antaranya di Transmart Jambi sama di Jamtos, Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan terus," ujarnya.

Nurma mengatakan, saat ini usaha yang dia jalani sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil, walau jauh berkurang dari hari biasanya.

"Alhamdulillah dari hari ke hari, sedikit demi sedikit mulai ada pemasukan, dan permintaan untuk kembali mengisi etalase di beberapa tempat perbelanjaan juga sudah mulai masuk, tapi kita ndak berani taro banyak banyak," tutupnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved