Mundur dari Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad Tak Beri Lampu Hijau Anwar Ibrahim Jadi PM

Mahathir yang dikenal dengan panggilan Dr M mengatakan pada Asia Times bahwa apakah Anwar menjadi Perdana Menteri atau tidak, itu akan bergantung pada

Editor: Suci Rahayu PK
MALAY MAIL
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA LUMPUR - Eks Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad, mengatakan bahwa janjinya untuk turun dari jabatan sebagai Perdana Menteri Pakatan Harapan (PH) bukan berarti memberi jalan bagi Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk menduduki jabatan tersebut.

Dilansir Malay Mail pada Jumat (26/6/2020), Mahathir yang dikenal dengan panggilan Dr M mengatakan pada Asia Times bahwa apakah Anwar menjadi Perdana Menteri atau tidak, itu akan bergantung pada dukungan dari antara anggota parlemen.

Dia mengatakan hal itu ketika menyangkal bahwa dia lebih menyukai mantan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Azmin Ali sebagai pengganti dirinya ketimbang Anwar Ibrahim.

Mahathir Mohammad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020.
Mahathir Mohammad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. (LIM HUEY TENG/REUTERS)

"Tidak. Saya telah membuat janji saya. Saya akan mundur namun setelah itu, tergantung pada anggota Parlemen yang memberikan dukungan mereka kepada kandidat," ujar Mahathir.

Dia menambahkan, "Mereka dapat memilih Anwar, tentu saja, tetapi bisa jadi juga tidak ingin memilih Anwar. Itu terserah mereka, bukan saya yang memutuskan." Dr M bersikeras bahwa meski dia bisa mempengaruhi masalah itu sampai titik tertentu, keputusan pada akhirnya akan jatuh pada anggota parlemen PH.

Mengapa Rhoma Irama Hanya Pakai Tiga Merek Gitar Ini Sejak 1973? Terungkap Rahasia Keistimewaan

Dua Kapal Induk Amerika Latihan di Perairan Filipina, Kondisi di Laut China Selatan Makin Panas?

Rencana transisi dari Dr M dan Anwar telah menjadi iktikad buruk yang signifikan di PH ketika mantan PM Malaysia itu berulang kali menolak untuk menyatakan kapan dia akan turun untuk digantikan Anwar Ibrahim.

Masalah ini juga diyakini telah memicu runtuhnya administrasi PH pada Februari lalu ketika Dr Mahathir mengakui dirinya diarahkan untuk percaya bahwa Anwar sedang menyiapkan manuver melawannya.

Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad (freemalaysiatoday.com)

Dr Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada akhir Februari, sedangkan Bersatu menarik diri dari koalisi PH.

PH kembali mengusulkan rencana transisi di mana Dr Mahathir akan menjadi perdana menteri selama enam bulan dengan Anwar sebagai wakilnya yang akan menggantikannya setelah itu, sebagai bagian dari kampanye untuk mendapatkan kembali kendali atas pemerintah federal.

Terlepas dari upaya Democratic Action Party (DAP) dan Amanah untuk meyakinkan Anwar bahwa ini adalah tindakan terbaik, dia dan PKR dengan tegas menolaknya.

Dua Kapal Induk Amerika Latihan di Perairan Filipina, Kondisi di Laut China Selatan Makin Panas?

Presiden Joko Widodo Ancam Lakukan Reshuffle, PKS Bereaksi: Sepekan Paling Lambat, Harus Ada Aksi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahathir Tak Bermaksud Beri Jalan bagi Anwar Ibrahim untuk Menggantikannya", 
Penulis : Miranti Kencana Wirawan
Editor : Miranti Kencana Wirawan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved