Disbunnak Sudah Siapkan Kelompok Tani, Realisasikan Program Aspal Campur Karet
Kementerian Pekerjaan Umum telah membuat program aspal campur karet di tengah turunnya harga karet di Indonesia saat ini.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kementerian Pekerjaan Umum telah membuat program aspal campur karet di tengah turunnya harga karet di Indonesia saat ini.
Penyebab menurunnya harga karet Indonesia karena adanya pengurangan produksi sekitar 200.000 ton pertahun di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Guna meningkatkan nilai jual karet petani di Provinsi Jambi, di Kabupaten Muarojambi sudah disiapkan karet-karet milik petani.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Muarojambi, Zulkarnaen mengatakan, dalam program tersebut pihak PU diminta kurang lebih sekitar 7 persen karet dijadikan untuk bahan campuran aspal.
"Iya, beberapa waktu lalu kita diminta kementerian pusat sosialisasikan program karet dijadikan bahan campuran aspal untuk insfrastruktur. Saya rasa sangat bagus aspal bisa tahan dua kali lipat dengan dicampurnya karet," jelas Zulkarnaen, Minggu (28/6).
Ia menyampaikan, berdasarkan imbauan presiden RI yang meminta untuk semua daerah provinsi dan kabupaten penghasil karet menggunakan aspal karet. Untuk provinsi penghasil buton menggunakan aspal berbahan buton.
"Dengan adanya imbauan dari pemerintah pusat, Muarojambi sudah siapkan kelompok tani karet. Mau getah beku, cair, sudah kita siapkan. Cuma, sejauh ini laporan tersebut tidak ada kabar, berjalan program tersebut atau tidak," ujarnya.
Menurutnya, untuk pengahasil karet paling banyak di Kabupaten Muarojambi di daerah Sungai Gelam dan Mestong. Sementara harganya dari dulu masih stagnan antara Rp 6.000-Rp 7.000 di tingkat petani.