Bea Cukai Jambi Musnahkan Rokok dan Minuman Ilegal Senilai Rp 2,5 Milliar Lebih

Di antaranya 5.510.000 batang rokok merupakan limpahan dari Pos TNI Ankatan Laut, Kuala Tungkal, dan 667.600 batang dari hasil penindakan Kantor...

Tribunjambi/Aryo Tondang
Bea Cukai Jambi saat akan memusnahkan barang bukti ilegal 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Jambi memusnahkan 6.177.600 batang rokok ilegal, Kamis (25/6) pagi.

Di antaranya 5.510.000 batang rokok merupakan limpahan dari Pos TNI Ankatan Laut, Kuala Tungkal, dan 667.600 batang dari hasil penindakan Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Jambi.

Selain rokok, petugas juga memusnahkan 130 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang terdiri dari merek Chivas, Regal, Martell Cognag dan Vsop Medalion. Serta tujuh botol Liquid Vape dan 44 pcs sex toys.

Link Pendaftaran PPDB SMA SMK Bungo, Mulai 29 Juni-4 Juli, Pengumuman Hasil 6 Juli

Dampak Pandemi Covid-19, Penelusuran dan Penerbitan Buku Sejarah Bungo Terkendala

Bacaan Surat Yasin 83 Ayat Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan (Ada Video)

Kepala Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Jambi, Ardiyanto mengatakan, total rupiah dari pemusnahan barang yang menjadi milik negara dari hasil penindakan tersebut mencapai Rp 2,5 milliar lebih.

"Jadi, kalau potensi kerugian penerimaan negara itu mencapai Rp 2.213.500.000," kata Ardiyanto.

Barang hasil penindakan tersebut berasal dari luar negeri, yakni Singapura dan sebagian dari Pulau Jawa, seluruhnya dimusnahkan dengan cara dibakar dan dipecahkan.

Selain menimbulkan kerugian materil, kata Ardiyanto, pelanggaran dari ketentuan perundang-undangan tersebut juga menyebabkan kerugian immateril, berupa terganggunya stabilitas pasar dalam negeri, khususnya pada produk barang sejenis yang dimusnahkan.

Acara tersebut juga melaksanakan penyerahan hibah barang milik negara oleh Kepabeanan berupa 50 pcs kasur yang akan diterima oleh Yayasan Amanah Ampang Kuranji yang berkedudukan di Kabupaten Dharmasaya, Provinsi Sumatera Barat.

Melalui kegiatan tersebut berharap menimbulkan efek jera kepada pelaku yang nekad memasukan barang ilegal asal luar negeri.

"Sinergi antar instasi pemerintah, kita harap pelaku menimbulkan efek jera bagi para pelaku yang melanggar Undang-undang Kepabeanan dan Cukai, melalui kerjasama ini dan dapat memonitor masuknya barang-barang berbahaya asal luar negeri," tutupnya.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved