Berita Batanghari
Ini Tanggapan Bupati Batanghari Soal Temuan BPK dan Opini WTP
"Dalam penyusunan APBD itu belanja harus sesuai pendapatan, kalau terlalu tinggi menetapkan pendapatan, artinya belanja juga harus tinggi," jelasnya.
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi M Ferry Fadly
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Meski mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), namun BPK Perwakilan Provinsi Jambi menuliskan beberapa temuan dalam laporan Pemkab Batanghari.
Temuan tersebut di antaranya adanya pendapatan yang over-target.
Untuk itu Bupati Batanghari Syahirsyah Sy mengatakan terlalu berani menetapkan penerimaan.
• Penyebab Zumi Zola Digugat Cerai Sherrin Tharia s/d Bisnis Online Sang Istri Makin Moncer
• Satu Prajurit Indonesia Dilaporkan Tewas Dalam Serangan di Kongo, Diserang Milisi ADF
• Kejutan, saat Pandemi Covid-19 Permohonan Perceraian di Pengadilan Agama Sengeti Membeludak
"Sehingga ada kemungkinan tidak tercapai, dan terbukti memang tidak tercapai," jelasnya.
Sehingga berakibat ada beberapa pembelanjaan tidak bisa dibayar.
"Dalam penyusunan APBD itu belanja harus sesuai pendapatan, kalau terlalu tinggi menetapkan pendapatan, artinya belanja juga harus tinggi," jelasnya.
Dan jika belanja sudah terjadi namun pendapatan kurang, terjadilah hutang.
"Dan yang begini harus bisa di rubah dan jagan sampai terulang lagi," ungkapnya.
• Dapat Hadiah Kecupan Pipi dari Ayu Ting Ting, Pakar Sebut Didi Riyadi Sudah Nyaman Sama Ibu Bilqis
• Batanghari Dapat Opini WTP dari BPK, Ternyata Begini Kondisinya