Breaking News:

Sebut Sosok Jenderal Turun Langsung Soal Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan: Ini menghina bangsa!

Secara tak sadar kita menyanjung penjahat. Kita melihat penjahat itu seolah-olah besar-besar. Padahal kita sendiri yang membesarkan dia.

Editor: Tommy Kurniawan
Capture YouTube Najwa Shihab
Penyidik KPK Novel Baswedan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan kini terus menjadi perbincangan.

Kini kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sudah masuk ke pengadilan.

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan berbicara panjang lebar terkait perkembangan kasus penyiraman air keras terhadapnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang saat ini dalam tahap persidangan kembali mengemuka ke publik setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya memberikan tuntutan satu tahun penjara untuk kedua terdakwa, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Fakta Praktik Prostitusi di Cianjur, Satu Wanita ABG Bisa Layani Tiga Pria di Ranjang dalam Sehari

Suami Ini Tega Jual Istri Rp 300 Ribu ke Pria Hidung Belang, Alasan Nganggur Akibat Corona

Asik Bersama Teman Wanitanya, Anggota Dewan Digerebek di Kamar Hotel, Saat Dites Positif Sabu

Baru Saja Bebas dari Nusakambangan, John Kei Preman Paling Ditakuti Kini Ditangkap Lagi

Berbagai hal disampaikan Novel dalam wawancara eksklusif dengan tim Tribunnews.com, Jumat (19/6/2020).

Mulai dari soal respons atas tuntutan JPU. hubungan Novel Baswedan dengan Polri hingga pendapatnya jika nantinya majelis hakim memvonis sesuai tuntutan jaksa.

Berikut wawancara Tim Tribunnews.com dengan Novel Baswedan:

Anda adalah mantan polisi dan seorang penyidik, pasti punya pengetahuan dan intuisi mengenai orang yang sebenarnya terlibat dalam kasus penyerangan terhadap Anda. Apa yang Anda bayangkan mengenai orang-orang itu saat ini?

Saya yakin sekarang mereka gemetaran. Karena apa? Mereka tahu saya tidak takut. Saya tidak pernah merasa menyesal berbuat kebaikan sehingga kemudian diserang orang.

Selain itu saya tidak pernah merasa susah terkait keadaan ini. Saya yakin saat ini gemeteran pelakunya, ketakutan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved