Pilkada Serentak 2020

Netralitas ASN dan Politik Uang Masuk Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Bawaslu Butuh Kerja Sama Cakada

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam tiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terus mendapat sorotan.

Editor: Rahimin
(KOMPAS/LASTI KURNIA )
Ilustrasi setop politik uang 

TRIBUNJAMBI.COM - Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam tiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terus mendapat sorotan.

Selain sering terjadi ketidaknetralan ASN, kasus politik uang dalam pilkada juga terus terjadi.

Dua kasus ini, selalu menjadi perhatian dari penyelenggara pemilu, terutama Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu).

Komisioner Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan, politik uang dan netralitas aparatur sipil negara (ASN) masuk dalam indeks kerawanan dalam Pilkada 2020.

Hal tersebut disampaikan Afif dalam diskusi online bertajuk 'Mengapa Kita Butuh Kepala Daerah', Sabtu (20/6/2020).

Presiden Jokowi Putuskan Batal Ajukan Banding Kasus Blokir Internet Papua

Total Pasien Positif Covid-19 di Indonesia 45.029 Kasus, Penambahan Tertinggi di Jawa Timur

Sang Kakek Mendadak Kejang-kejang saat Buka Ritsleting Celana, Cewek Panggilannya Panik di Kamar

"Saya mau konfirmasi indeks kerawanan kita untuk pilkada besok, ini yang paling dikhawatirkan dan kita ambil dari semua data daerah yang pilkada itu soal politik uang dan netralitas ASN," kata Afif.

Afif mengungkapkan, pihaknya sudah mengumpulkan berbagai data dari daerah terkait pelaksanaan Pilkada 2020.

Dari data yang dikumpulkan tersebut, sebanyak 369 data terkait kemungkinan adanya ASN yang tak netral saat pelaksanaan pilkada akhirnya diberikan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Data kita menunjukkan 369 data yang kami sampaikan ke KASN sebagai lembaga yang punya kuasa penindakan terhadap jajarannya yang tidak netral," ujarnya.

Terkait politik uang, menurut Afifuddin, Bawaslu memerlukan kerja sama dari calon kepala daerah dan partai politik untuk menjaga kualitas demokrasi.

Serta diperlukan edukasi dari penyelenggara pemilu dan pemerintah agar masyarakat tidak masuk dalam politik uang.

"Pendidikan ke masyarakat juga harus kita berikan jangan sampai seakan-akan kita ini selalu memposisikan masyarakat tidak siap," ungkapnya.

"Padahal sebagian itu harus kita perhatikan karena politik kita sebagai penyelenggara pemerintah harus berikan pendidikan jangan seakan-akan korbannya itu hanya masyarakat," lanjut dia.

Selain itu, Afif juga berharap partai politik dan calon kepala daerah juga turut memerangi politik uang. "Kita harus posisikan bahwa ini penyakit kita semua. Kalau mau dibasmi ya kerjasama kita semua," ucap Afifuddin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu Sebut Politik Uang dan Netralitas ASN Masuk Indeks Kerawanan Pilkada 2020

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved